Permintaan Telor Itik di Bangli Meningkat

telur itik
Aktifitas tertnak bebek milik Dewa Ketut Watra. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Bertepatan dengan hari raya, serta menjelang upacara agama pemintaan telor bebek (itik) cukup tinggi. Bahkan para peternak bebek mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Harga telor bebek saat ini berkisar Rp 110 ribu per kerat.

Seorang peternak bebek Dewa Ketut Watra mengaku permintaan telor bebek cukup tinggi, terutama jelang hari raya atau musim upacara agama. Harga telor bebek memang sempat di angka Rp 60 ribu per krat, namun sejak sebulan belakangan ini harga telor bebek meningkat yakni Rp 110 ribu per krat.

Bacaan Lainnya

”Permintaan cukup tinggi apalagi jelang hari raya, telor bebek dipakai untuk sarana upakara,” ujar peternak asal Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem , Kecamatan Tembuku ini, Minggu (20/3/2022).

Dewa Ketut Watra mengaku memelihara bebek sebanyak 1.400 ekor. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.000 ekor sudah masuk masa produksi, dimana setiap hari rata- rata menghasilkan telor sebanyak 800 butir. Setelah dipotong biaya produksi, dengan hasil produksi telor yang didapat, pihaknya bisa meraup keuntungan Rp 600 ribu sampai  Rp 1 juta per harinya.

“Dalam hitungan 2 bulan bisa raup keuntungan Rp 50–60 juta,” jelasnya. Biasanya telor bebek langsung diambil oleh pedagang.

Sebut Dewa Ketut Watra memang masyarakat yang geluti usaha ternak bebek di Bangli bisa dibilang masih minim, beda halnya dengan peternak ayam petelor yang jumlahnya cukup banyak.

Melihat prospek yang cukup cerah, dirinya berencana akan menambah jumlah ternak bebek. Untuk bibit langsung diambil dari Lombok (NTB). Harga bibit bebek yang sudah siap bertelor Rp 60 ribu per ekor. Pihaknya rencana pelihara sebanyak 10 ribu ekor bebek.

”Untuk kandang manfaatkan lahan sawah, kami masih tunggu panen padi, setelah itu baru bikin kandang,” ungkapnya.

Sejatinya memelihara bebek cukup gampang yakni hanya diberi pakan campuran berupa dedak  dan jagung serta konsentrat. Bebek diberi makan 3 kali sehari, yakni pagi, siang dan sore. “Proses pemeliharaan tidak ribet, yang terpenting kebersihan kandang harus tetap terjaga,” ujarnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.