Pengerjaan Gedung SDI Golo Wunis Mandeg, Sudah Seminggu Kehabisan Batako

bangunan mck
Bangunan MCK SDI Golo Wunis yang pekerjaannya tidak dilanjutkan karena kehabisan material bangunan. (Rob)

BORONG | patrolipost.com – Proyek pengerjaan gedung sekolah SDI Golo Wunis yang mencakup MCK sudah seminggu mandeg karena menunggu drop material berupa batako. Proyek dengan pagu lebih dari Rp 2 miliar yang berasal dari APBN tersebut terkesan mengulur waktu dalam penyelesaiannya.

Kepala SDI Golo Wunis, Dion Reginus Jehadit kepada patrolipost.com, Selasa (5/3/2024) mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, pengerjaan gedung sekolah tersebut agak lambat dalam penyelesaiannya.

Bacaan Lainnya

“Siswa kami luntang lantung, menggunakan teras tempat ibadat sebagai ruang kelas. Sampai kapan kondisi seperti ini berlangsung?” tanyanya.

Salah satu tukang asal Pulau Jawa yang bekerja di proyek pembangunan gedung sekolah tersebut pun mengakui, keterlambatan pengerjaan gedung sekolah dan MCK disebabkan karena pasokan material bangunan yang tidak lancar.

“Sudah seminggu kami kehabisan batako, Mas. Makanya pengerjaan bangunan MCK tidak dilanjutkan menunggu batako-nya ada,” kata pekerja tersebut.

Kontraktor yang semula berjanji memakai generator listrik untuk kebutuhan potong besi dan las, malah memakai meteran listrik sekolah untuk memenuhi kebutuhan arus listrik pada pengerjaan gedung tersebut. Akibatnya, guru-guru kesulitan mengerjakan hal hal yang membutuhkan fasilitas seperti laptop dan komputer.

Terutama saat pengerjaan Platform Merdeka Mengajar (PMM), para guru terpantau menggunakan gereja di samping sekolah untuk mengerjakan platform tersebut. Belum diketahui, pengerjaan PMM di Gereja tersebut atas izinan pimpinan gereja atau tidak, belum ada informasi lebih lanjut.

Ketika ditawarkan solusi agar pekerja gedung sekolah bisa berbagi arus listrik untuk kebutuhan sekolah, Kepsek Reginus mengeluhkan tidak ada dana untuk membeli kabel listrik.

“Uang dari mana? Sekolah tidak punya uang untuk membeli kabel listrik,” pungkasnya.

Selain itu, alat berat (exavator) yang semula dikabarkan oleh Kontraktor datang pada bulan Februari lalu untuk meratakan lapangan upacara bendera bagi guru dan siswa pun tak kunjung datang. (pp04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.