Dorong Percepatan Transisi Energi Bersih di Indonesia UID dan RMI Luncurkan Program HEAL

energi bersih
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden United in Diversity Foundation Tantowi Yahya dan CEO Rocky Mountain Institute Jon Creyts saat peluncuran HEAL. (maha)

DENPASAR | patrolipost.com – Untuk percepatan akselerasi transisi energi bersih di Indonesia, United in Diversity (UID) berkolaborasi dengan  Rocky Mountain Institute (RMI) meluncurkan program Happy Energy Action Leadership (HEAL), di Bali, Selasa (25/7/2023).

Presiden United in Diversity Foundation Tantowi Yahya mengatakan, program HEAL akan bermanfaat dalam membantu membangun dan memperkuat ekosistem untuk mengukur dan memanfaatkan pengetahuan regional dan kolaborasi multi-stakeholder menuju pembangunan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Langkah ini dirasa penting guna menunjang para pemimpin untuk mengakselerasi transisi energi bersih yang ambisius di Indonesia sebagai bagian dari komitmen kemitraan fondasi JETP,” jelas Tantowi Yahya, di Denpasar, Selasa (25/7/2023).

Di tahap awal, program HEAL itu akan membekali 30-50 pemangku kepentingan di berbagai sektor dengan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan.

Program HEAL kata Tantowi Yahya, diluncurkan untuk memberdayakan para pemimpin Indonesia guna merancang dan mengimplementasikan solusi keuangan, teknis, dan kebijakan yang penting untuk mencapai visi yang digariskan dalam JETP.

HEAL juga berfungsi sebagai platform pembelajaran bersama katalitik, menyatukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk meningkatkan kapasitas, membentuk koalisi yang kuat, dan mendorong tata kelola energi regional yang kuat.

CEO Rocky Mountain Institute Jon Creyts menambahkan, penting guna menunjang para pemimpin untuk mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia.

“Melalui program HEAL bersama UID, RMI berharap dapat mendukung Indonesia dalam mewujudkan komitmen iklimnya yang berani dan bersejarah, serta menginspirasi negara lain untuk bekerja sama demi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” kata Jon Creyts.

RMI mendukung pemerintah Indonesia sebagai pakar teknis di bawah Kelompok Kerja JETP untuk menentukan jalur yang jelas guna mencapai tujuan ambisius tersebut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dukungan dan integritas atas diluncurkannya HEAL sebagai upaya untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah menetapkan tujuan ambisius untuk mencapai hampir 34% integrasi energi terbarukan dan membatasi emisi sektor ketenagalistrikan sebesar 290 MT CO2 pada tahun 2030 dan menargetkan emisi net-zero pada tahun 2050.

‘Saat ini, Indonesia sedang dalam perjalanan transformatif dengan ikrar transisi energi bersih terbesar dalam sejarah,” kata Luhut.

Luhut mrnjelaskan untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, salah satunya dengan membentuk fondasi Just Energy Transition Partnership (JETP).  JETP didukung oleh International Partner Group (IPG) yang dipelopori oleh Amerika Serikat dan Jepang, dengan dana senilai 20 Miliar Dolar Amerika.

“Komitmen kumulatif senilai $20 miliar ini, telah didedikasikan untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, salah satunya dengan membentuk fondasi JETP,” jelasnya. (pp03)

Pos terkait