Buruh Proyek Gedung TK Tewas Tertembak Senapan Angin

Foto: ilustrasi/net

PETANG | patrolipost.com – Seorang buruh proyek, Ahmad Jani (26) tewas tertembak senapan angin kaliber 4,5 mm di bedeng proyek gedung TK di Banjar Petang Kelod, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (19/4) pukul 12.30 Wita.

Pelakunya Asmar (18) asal Probolinggo, Jawa Timur, yang masih dalam pengejaran Tim Opsnal Reskrim Polsek Petang. “Motif penembakan belum diketahui karena pelaku masih dalam pengejaran,” ungkap Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa, Senin (20/4/2020).

Bacaan Lainnya

Keterangan saksi Imam Hanafi (38) pukul 12.00 Wita sedang beristirahat bersama korban di lantai dua bedeng proyek belakang Kantor Desa Petang. Pria asal Jember, Jawa Timur itu melihat burung di pohon kelapa kemudian mengambil senapan angin di atas meja.

“Setelah mengisi peluru, saksi mengarahkan senapannya ke pohon tapi tidak sempat ditembakkan karena burung kabur,” jelasnya.

Saat hendak menembak pohon kelapa, peluru tidak mau keluar dari senapan. Setelah tiga kali mencoba tetap tidak berfungsi, saksi menaruh senapan di tempat semula kemudian ia turun dan duduk depan teras kantor desa.

“Saksi tidak mengetahui lagi adanya penembakan. Berselang sekitar 10 menit, pelaku mendatangi saksi dan menanyakan apakah senapan itu berisi peluru,” ujar Oka Bawa.

Setelah diiyakan (berisi peluru) oleh saksi, pelaku bertatus mahasiswa itu meminta saksi tutup mulut karena senapannya ditembakkan ke korban. “Saat saksi kembali bekerja, dilihat dua orang temannya yaitu Sardi (60) dan FA (45) menggotong korban.

“Imam pun ikut mengantar korban ke Puskemas Petang. Dalam perjalanan, saksi sempat menanyakan kepada korban siapa yang menembaknya dan dijawab AS (Asmar),” kata mantan KBO Intel Polres Badung ini.

Ahmad Jani mengalami luka tembak di lambung kiri. Korban asal Kopang Kebun, Desa Arjasa, Jember itu dirujuk ke RSUD Mangusada dan malamnya menjalani operasi. Namun, Senin (20/4/2020) sekitar pukul 03.30 Wita, ia menghembuskan nafas terakhir.

“Senapan angin jenis pompa gejlug kaliber 4,5 mm itu diketahui milik Rahman (30) yang juga bekerja sebagai buruh, tapi sedang berada di Denpasar,” pungkasnya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.