Wow! Emak-emak Cantik Polisikan Calon Bupati

Diduga menipu Rp250 juta, calon bupati dilaporkan emak-emak cantik ke polisi. (ist)

MEDAN | patrolipost.com – Kepolisian Resor Labuhanbatu, Sumatera Utara, sedang menyelidikan kasus dugaan tindak pidana penipuan atau pengelapan uang sebesar Rp250 juta, yang melibatkan seorang calon Bupati Labuhanbatu Utara.

“Betul ada laporan masuk sesuai surat tanda terima laporan polisi, yakni kasus dugaan penipuan. Saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Kasatreskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit ketika dikonfirmasi, kemarin.

Dugaan kasus penipuan ini sedang ditangani Unit II Ekonomi Satreskrim Polres Labuhanbatu, penyidik sudah memeriksa saksi-saksi pelapor Andriyana Lim dengan laporan polisi nomor STTPL/1612/XI/2020/SPKT RES-LB dalam dugaan tindak pidana penipuan dan pengelapan.

Andriyana Lim menjelaskan, dugaan penipuan dan penggelapan berawal dari orang dekat calon bupati melakukan komunikasi dan bertemu dengannya pada bulan Agustus 2020 di Rantauprapat.

Mereka meminta dibantu penyelesaian uang untuk menutupi sisa utang terlapor sebanyak Rp300 juta di tahun 2017. Menurut Andriyana, uang Rp250 juta diserahkan pada Rabu (2/9/2020) di kediamannya di Jalan Adam Malik Rantauprapat.

Uang yang dipinjam tersebut, akan dikembalikan secara bertahap. Yakni Rp100 juta pada 10/9/2020; Rp50 juta pada 10/10/2020; Rp50 juta pada 10/11/2020; dan Rp50 juta pada 8/12/2020. Bahkan pemakaian uang tersebut diketahui suami serta temannya.

Setelah jatuh tempo waktu pembayaran angsuran sesuai yang disepakati, ternyata terlapor tidak menunjukan itikad baik dan hanya memberikan janji palsu.

“Awalnya terlapor minta tolong kepada saya untuk menyelesaiakan utangnya sebanyak Rp250 juta, namun setelah jatuh tempo ditagih selalu mengelak,” cetusnya.

Andriyana menjelaskan, dalam pertemuan itu, keluarganya dan terlapor melalui panggilan video, langsung meminta bantuan kepada Andriyana berupa pemakaian uang Rp250 juta untuk menutupi sisa utangnya.

Pihaknya juga tidak memperdulikan dalam pelaporan dugaan tindak pidana penipuan melibatkan calon bupati, dan orang kepercayaannya. Peminjaman uang itu disaksikan keluarga, teman, bukti foto, dan sejumlah bukti kuitansi. (305/snc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.