Pengunduran Diri PK Golkar se-Bangli Diwarnai Gebrak Meja

Suasana penyampaian surat pengunduran diri PK Golkar se-Bangli di sekretariat DPD II Golkar Bangli.

BANGLI | patrolipost.com – Pengunduran diri Pimpinan  Kecamatan (PK) Golkar se- Bangli yang berlangsung di Sekretariat DPD II Golkar Bangli berlangsung panas, Jumat (22/11). Penyampaian aspirasi  PK yang diterima langsung oleh Plt  DPD II Golkar Bangli I Gusti Made Winuntara  dan dihadiri seluruh anggota Fraksi Golkar yang duduk di DPRD Bangli itu diwarnai aksi gebrak meja.

Pada intinya  seluruh pimpinan kecamatan se- Bangli tidak setuju Partai Golkar Bangli dinahkodai PLt  I Gusti Made Winuntara. Karena merasa tidak nyaman dipimpin Plt yang tidak berpeluh membesarkan Partai Golkar, mereka memilih mengundurkan diri.

Ketua PK  Golkar  Kintamani, Gede Koyan Eka Putra  mengatakan  seluruh Pimpinan Kecamatan dan pengurus  Desa (PD) mengundurkan diri. Sebutnya dalam struktur pengurusan PK terdiri dari lima struktur walaupun mereka tidak datang  tapi untuk aspirasi mereka dimandatkan lewat Pimpinan Kecamatan.

“Untuk surat pengunduran diri sudah kami serahkan langsung kepada Plt, terserah  nantinya mau diganti atau diisi,” ujar mantan anggota DPRD Bangli ini.

Disinggung terkait alasan pengunduran diri Koyan Eka Putra mengatakan, di bawah kepemimpinan Plt  DPD II Golkar Bangli, Gusti Made Winuntara pihaknya merasa tidak nyaman. “Buat apa kami berpolitik dan membesarkan partai dalam kondisi yang tidak nyaman. Kami tidak hanya semata-mata membesarkan partai, tapi ada kebahagian tersendiri,” ujar Koyan diamini pengurus lainnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PK Golkar Tembuku, I Wayan Agustika. Menurutnya, secara kelembagaan dirinya mengundurkan diri  dari  Pimpinan Kecamatan, dan tidak bersedia untuk ditempatkan/didudukan sebagai pengurus partai Golkar dalam tingkatan mana pun  selama Partai Golkar di bawah kepeminpinan Plt DPD II Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara.

“Semuanya sudah tertera dalam surat pengunduran diri dan seluruh PK kompak mengundurkan diri,” jelasnya didampingi Ketua PK Golkar Bangli, Ida Dewa Gede Ngurah Arnaya, PK Golkar Susut, I Ketut Suwidnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD II Golkar Bangli, I Nengah Darsana bahkan menangis dengan langkah yang diambil PK dan PD. Menurutnya,  besarnya Partai Golkar di Bangli tidak bisa lepas dari peran PK dan PD. Darsana sendiri mengaku tidak tahu akan nasib ke depannya tapi apa yang ditempuh PK dan PD  adalah sebuah pilihan.

“Saya sangat menyayangkan mundurnya PK dan PD, namun saya tetap menghormati pilihan tersebut,” ujar Ketua Fraksi Golkar  DPRD Bangli ini.

Nengah Darsana menambahkan, setelah aspirasi diterima nantinya bisa dijadikan catatan  bagi petinggi Golkar Bali dan di DPP. “Kami memohon  kepada bapak Plt tidak mengambil keputusan sekarang, berikan  ruang untuk dikoordinasikan,” harap Nengah Drasana.

Sementara itu proses penyerahan surat pengunduran diri pimpinan kecamatan dan pengurus desa diisi dengan penyampian aspirasi oleh masing-masing pimpinan kecamatan. Seperti yang diungkapkan PK Susut Made Suwidnya secara blak-blakan mengaku tidak mengenal sosok Gusti Winuntara dan baru tahu setelah menjadi Plt Goklar Bangli. Ia tidak ingin Golkar Bangli dinahkodai oleh orang yang selama ini tidak pernah berpeluh untuk membesarkan Golkar.

Suasana memanas  ketika giliran Wayan Oka Armika, pempersoalkan penunjukan  Plt  Gusti Winuntara. Menurutnya,  jika yang bersangkutan mengaku sudah menjadi  kader Golar sejak tahun 1971, lantas beberapa besar suara yang diberikan atau disumbangkan  untuk Golkar. Setelah ditunjuk sebagai Plt,  komentar yang bersangkutan di media mengaku telah melakukan pembenahan secara menyeluruh kantor  sekretariat.

“Buktinya foto Wakil Presiden yang lama masih dipajang. Presiden dan wakil presiden sudah lama dilantik, tapi foto sampai sekarang belum diganti. Katanya selalu ngantor,” ujarnya sambil menggebrak meja.

Tidak sampai di situ, bahkan dari 6 orang anggota DPRD dari Fraksi Golkar hanya 5 orang diakui, satu orang lagi sudah loncat pagar. Suasana semakin memanas karena pengurus yang lainnya beranjak dari tempat duduk sambil menggebrak meja  dan  berusaha mendekati tempat duduk Plt Gusti Winuntara. Emosi  para pengurus yang mengundurkan diri berhasil ditenangkan oleh anggota Fraksi.

Terkait mundurnya PK dan PD, Plt DPD II Golkar Bangli, Gusti Winuntara mengatakan jika sesuai dengan aturan di partai maka segera akan dilaksanakan pleno. Kemunduran pengurus ini akan dibahas di pleno serta akan dilakukan pengisian oleh Plt.

“Nanti kita tunjuk Plt. Mungkin siapa yang ajukan dalam pleno, siapa yang disetujui itu yang akan mengisi. Jangan sampai ada kekosongan dan segera akan diisi,” tegasnya.

Disinggung terkait kesangsian kader terhadap dirinya, Gusti Winuntara enggan berkometar banyak. Pihaknya hanya mengatakan jika dirinya bukan kader Golkar mana mungkin ditunjuk sebagai Plt.

“Kalau saya diragukan oleh Golkar mungkin saya tidak jadi Plt,” sebutnya. Sedangkan untuk foto yang belum diganti, tidak ada kesengajaan. Gusti Winuntara beralasan jika belum dapat membeli foto Wakil Presiden. “Kalau sudah ada pasti kami ganti,” imbuhnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.