Ngeri! Belasan Jenazah Menjuntai-Dokter di Cianjur Positif Corona

Gubernur Jawa Barat, Ridwan
Sebanyak 12 jenazah yang tergerus longsor di TPU Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat dievakuasi oleh petugas. (ist)

BANDUNG | patrolipost.com – Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020). Mulai kejadian longsor di TPU Cikutra hingga penetapan PSBB di Jawa Barat yang berlaku Tanggal 6 Mei 2020 mendatang di 27 kabupaten kota di Jawa Barat.

Hujan deras yang mengguyur Bandung semalaman, membuat makam TPU Cikutra Kota Bandung longsor. Belasan mayat terbawa hanyut longsor. Beberapa jenazah terlihat munjuntai di tebing yang longsor.

Pantauan, Sabtu (2/5/2020) puluhan warga RT 06 RW 02, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler bersama petugas TPI Cikutra melakukan evakuasi nisan yang masuk ke aliran Sungai Cidurian.

“Kejadiannya kemarin malam, hujan besar, sekitar Pukul 22.30 WIB,” kata Ketua RW 06 Entus Heriana kepada di lokasi kejadian. Dalam kejadian ini, warga dan petugas berhasil mengevakuasi 11 jenazah, sementara satu jenazah hanyut terbawa arus sungai.

“Pertama di bawah ada empat (jenazah),” kata Petugas TPU Cikutra Benny di lokasi kejadian. Sedangkan yang menjuntai di atas tebing ada tujuh jenazah. “Di atas ada tujuh. Jadi sebelas,” ujarnya.

Ditambah, satu jenazah yang terbawa aliran Sungai Cidurian, jadi total jenazah akibat longsor itu ada 12. Tidak berselang lama, satu jenazah yang terbawa aliran Sungai Cidurian ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP longsor.

Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Anton mengatakan, jenazah tersebut ditemukan di aliran sungai. “Ditemukan mayat yang terbawa aliran sungai yang diduga sudah dikubur,” kata Anton.
“Identitas belum diketahui, karena mayat tersebut mayat yang sudah dikubur,” ujarnya.

Ia menambahkan, jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang.
“Ciri-cirinya, tinggal tulang, kepalanya tidak terlihat karena kondisinya telungkup,” tambahnya.

Dari 12 jenazah yang ditemukan, hanya empat jenazah yang diketahui identitasnya, di antaranya Ajir Taman dimakamkan tahun 2014, Ibu Enok dimakamkan tahun 1984, Tohir dimakamkan tahun 1999 dan Shintia Mardiana dimakamkan tahun 2017.

12 jenazah yang tergerus longsor itu, kembali dimakamkan di TPU Cikutra di lokasi lebih aman dan jauh dari lokasi tebing longsor tersebut.

 

6 Mei PSBB

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan mengatakan eskalasi penyebaran virus Corona (covid-19) turun sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bodebek dan Bandung Raya. Untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Jabar, PSBB diberlakukan akan dilakukan di 27 kabupaten kota di Jawa Barat, Rabu (6/4/2020).

“Kemarin, Jumat (1/5) kami mendapat surat persetujuan terkait pelaksanaan PSBB di skala provinsi. Seperti kita tahu, pelaksanaan PSBB skala provinsi ini melengkapi dua zona PSBB Bodebek dan Bandung Raya,” kata Ridwan Kamil.

Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil menyebut sejak diberlakukan PSBB di Bodebek dan Bandung Raya, jumlah pasien positif menurun.

“Dari kesimpulannya, didapati bahwa kurva penyebaran virus covid-19 sudah melandai di Jawa Barat,” ujarnya.

“Rata-rata maksimal di angka 40 kasus, bahkan dua hari lalu, Kamis (30/4) penambahan hanya tiga kasus, kemudian di hari kemarin penambahan 0 kasus. Mungkin kemarin hari yang istimewa, mudah-mudahan trend menurun ini bisa kita jaga dengan baik,” tambahnya.

Kang Emil menuturkan, pemberlakuan PSBB ada hubungannya dengan penurunan angka positif covid-19. “Apakah trend penurunan ini ada hubungan dengan PSBB? Kami menyampaikan secara ilmiah ada. Kami mendapati kajian setelah PSBB dan sebelum PSBB perbedaannya sangat luar biasa,” tuturnya.

Lalu apakah ada penurunan aktivitas masyarakat saat diberlakukan PSBB di Bodebek dan Bandung Raya? “Pergerakan masyarakat saat PSBB masih 50 persen, walaupun idealnya menurut teori 30 persen. Kalau PSBB di Jawa Barat bisa menjaga pergerakan sampai 30 persen maka itu lebih efektif,” jelasnya.

Kang Emil juga mengatakan, saat PSBB diberlakukan di Bodebek dan Bandung Raya, justru peningkatan terjadi i wilayah yang belum dilakukan PSBB.

“Oleh karena itu, dari hasil kajian ternyata Bodebek dan Bandung Raya sebelum PSBB penyebaran virusnya sangat tinggi sekarang sedang, sebaliknya kota kabupaten yang tidak PSBB sekarang naik kecepatan persebaran virusnya,” katanya.

Menurutnya, kalau PSBB menurunkan angka penyebaran kasus, maka kota kabupaten di Jawa Barat akan dilaksanakan PSBB yang akan dimulai 6 Mei 2020.

“Hari Rabu depan maka seluruh daerah di Provinsi Jabar akan melaksanakan PSBB, pertama di 27 kota dan kabupaten,” pungkasnya.

Dokter Positif Corona
Seorang dokter di Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test. Dokter tersebut diduga terpapar pasien positif 01 Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan, dokter berinisial A (27) merupakan tenaga medis yang pertama kali menangani pasien positif 01 Cianjur saat dirujuk ke RSUD Cimacan.

Tenaga medis tersebut saat itu sedang mendapat giliran menjadi dokter jaga dan harus melakukan penanganan pada pasien asal Kecamatan Cijati yang belum lama ini juga terkonfirmasi positif.

“Kebetulan tenaga medis yang tinggal di Kecamatan Cianjur itu sedang jaga malam. Dan menjadi dokter yang pertama kali menangani pasien tersebut,” tuturnya, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya dokter yang menjadi pasien 04 ini merupakan salah satu dari 53 tenaga medis di Cianjur yang dirapid test pasca ibu melahirkan asal Cijati meninggal dan terkonfirmasi positif Corona.

“Dari hasil swab, tenaga medis berinisial A ini positif Corona. Kuat dugaan pasien 04 terpapar dari pasien 01,” tuturnya. Keluarga dari pasien 04 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil swab test. Sebab salah seorang anggota keluarga dari pasien 04, positif berdasarkan rapid test.

“Ada yang positif rapid test keluarganya, tapi dipastikan lagi melalui swab test. Sekarang pasien 04 dirawat di ruang isolasi di RSUD Cimacan sedangkan keluarganya isolasi mandiri di rumah,” tuturnya.

Dengan terkonfirmasinya pasien positif baru tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Cianjur menjadi 4 orang, tiga di antaranya positif aktif dan satu pasien positif meninggal.

Sementara itu, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)saat ini berjumlah 43 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 730 orang.(305/dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.