Naiknya Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Pulau Komodo Harus Berdampak Positif bagi Masyarakat

pulau komodo
Wisatawan mengunjungi Pulau Komodo. (ist)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Kunjungan wisatawan ke Loh Liang Taman Nasional Komodo (TNK) beberapa bulan terakhir meningkat tajam. Peningkatan kunjungan itu tentunya dilihat bukan saja berkah bagi masyarakat yang bekerja di Loh Liang, tapi juga harus berdampak positif bagi masyarakat di Kampung Komodo.

Direktur Operasional PT Flobamor Abner Runpah Ataupah mengatakan, perlunya diatur jumlah kunjungan wisatawan ke Loh Liang. Karena itu kata dia, PT Flobamor mendorong untuk melakukan pembatasan kunjungan di Loh Liang.

Bacaan Lainnya

“Makanya kita dorong untuk pembatasan kunjungan,” ujar Abner kepada awak media, Sabtu (8/7/2023).

Abner mengatakan, dengan pembatasan kunjungan diharapkan akan memecah kunjungan ke desa yang akan berdampak positif terhadap masyarakat Kampung Komodo.

“Hal itu kita lakukan agar tidak ada penumpukan wisatawan di Loh Liang. Dan masyarakat Kampung Komodo bisa mendapatkan dampak positif,” jelasnya.

Karena itu, Abner mendorong penggunaan aplikasi INISA yang merupakan salah satu contoh program digitalisasi management yang diaplikasikan dalam mengontrol kualitas standar pelayanan jasa wisata serta terwujudnya tujuan konservasi di Kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Pulau Padar dan Pulau Komodo.

“Sedari awal kita sudah siapkan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA. Sistem ini berfungsi untuk mengatur berapa jumlah maksimal kunjungan wisatawan di Pulau Komodo maupun Padar, sehingga tidak akan ada over kunjungan yang bisa menyebabkan habitat Komodo terganggu, atau bahkan ada yang menyebut wisatawan telantar,” ujar Abner Ataupah.

Abner menjelaskan, setelah berkomitmen dalam mewujudkan tujuan konservasi di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, PT Flobamor sebelumnya telah menyiapkan aplikasi INISA dimana di dalam aplikasi ini terdapat sistem Wildlife Komodo yang secara otomatis akan mengontrol jumlah kunjungan di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Penggunaan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA kata dia, selain bertujuan untuk membatasi jumlah kunjungan wisatawan demi tujuan konservasi juga berfungsi untuk mendata jumlah calon wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Dengan demikian kualitas pelayanan jasa wisata bisa secara maksimal diberikan bagi para wisatawan.

“Kalau setiap bookingan itu bisa terdata di sistem Wildlife Komodo maka kita akan tau apakah jumlah calon pengunjung sudah memenuhi kuota atau belum dan juga positifnya, jika kuota sudah penuh maka sistem bookingan akan otomatis tertutup. Mekanisme selanjutnya adalah menyiapkan SDM – SDM yang nantinya akan bertugas melayani para wisatawan sesuai dengan jadwal yang memang telah dipilih saat mendaftar,” katanya.

“Jadi lebih terkontrol, kunjungan wisatawan diatur waktunya, tidak bertumpuk pada waktu tertentu tapi tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada wisatawan. Kalau tidak terkontrol kan yah agak susah, Naturalist Guide yang disediakan hanya puluhan tapi wisatawan yang datang ribuan tentu akan kewalahan dan tentu berdampak buruk pada ekosistem komodonya,” lanjutnya. (334)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.