Kebijakan Gubernur Bali tentang Produk Lokal Dongkrak Pertumbuhan UMKM

produk lokal
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri agenda sosialisasi Alternatif Pendanaan UKM melalui securities crowdfunding. (Ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Pemerintah Provinsi Bali telah memberlakukan kebijakan berbusana adat setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem, serta penggunaan Kain Tenun Endek Bali setiap hari Selasa.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek.

Bacaan Lainnya

Sejak pemerintah daerah Bali menerapkan kebijakan penggunaan busana adat, pertumbuhan UKM/UMKM juga ikut terdongkrak. Kebutuhan busana adat itu disuplai oleh para pengusaha kecil kerakyatan.

Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang menciptakan keberimbangan itu diapresiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada agenda sosialisasi Alternatif Pendanaan UKM melalui securities crowdfunding, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Irnano Djajadi mengungkapkan, kebijakan itu berdampak pada peningkatan penggunaan produk lokal Bali.

“Kalau kita memakai busana Adat Bali, UKM/UMKM hingga fashion di Bali menjadi berkembang. Bali memiliki peraturan penggunaan busana Adat Bali yang mendukung peningkatan usaha kecil,” kata Irnano Djajadi, Jumat (14/7/2023).

Menurutnya, UKM/UMKM di Bali yang salah satunya bergerak di bidang busana Adat Bali dan busana Endek, saat ini sedang tumbuh berkembang berkat gagasan Gubernur Wayan Koster.

Dalam mendukung UKM/UMKM di Bali, OJK Regional 8 Bali Nusra membuat metode securities crowdfunding atau metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik usaha.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan,  dengan berlakunya  penggunaan produk lokal tersebut bertujuan untuk membangun karya seni kreatif yang menjadi kebanggaan dengan memiliki karakter, dan jati diri. Sekaligus, pengembangan ekonomi sesuai implementasi dari transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali.

“Busana adat itu jadi bagian dari budaya Bali yang memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan. Kebudayaan yang ada di Bali saat ini juga memiliki peran sebagai sumber nilai kehidupan masyarakat,” kata Koster.

Transformasi Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 sektor unggulan yakni, pertanian dengan sistem pertanian organik, kelautan dan perikanan, sektor industri manufaktur dan industri budaya branding Bali, sektor IKM, UMKM dan Koperasi, ekonomi kreatif dan digital dan sektor pariwisata. (pp03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.