Gelar Refleksi Akhir Tahun, Gaya Kepemimpinan Lihadnyana Dapat Pujian

refleksi buleleng
Pj Bupati Lihadnyana serahkan sepeda motor operasional kepada Kapolres Buleleng. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Gaya Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ir Ketut Lihadnyana memimpin Buleleng mulai mendapat perhatian luas dari masyarakat. Dengan gaya lugas, jelas dan tegas Lihadnyana mulai menjadi pembicaraan di tataran akar rumput. Termasuk  pada acara Refleksi Akhir Tahun 2022 yang digagas Pemkab Buleleng para kepala desa se Buleleng yang hadir pada acara yang digelar di Gedung Kesenian Gede Manik itu cukup mendapat aplus.

Bahkan celetukan-celetukan bernada dukungan terlontar saat Lihadnya memaparkan kondisi Buleleng dalam prespektif tata kelola pemerintahan dan menejemen pembangunan yang dianggap memberi angin segar bagi masa depan Buleleng.

Bacaan Lainnya

Salah satu kepala desa dari Buleleng Barat mengaku tertarik dengan gaya memimpin Lihadnyana yang dianggap tanpa beban dan tanpa tekanan politik berlebihan.

”Sepertinya Buleleng cocok dengan gaya kepemimpinan Lihadnyana. Beliau lugas tegas dan memahami kebutuhan Buleleng,” ucap kepala desa yang tidak mau namanya dimediakan pada kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2022 yang bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (29/12).

”Takut berimbas politis,” sambungnya.

Sementara itu pada acara Refleksi Akhir Tahun 2022, Lihadnyana mengajak warga Buleleng menjadikan tahun 2023 sebaga tonggak dan momentum menjadikan Buleleng Era baru untuk kemajuan. Lihadnyana yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Provinsi Bali itu menegaskan di tahun 2023 mendatang akan merancang program untuk memfasilitasi pelaku UMKM. Hal itu katanya, untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat Buleleng. Selain itu, pembangunan beberapa infrastruktur jalan juga akan direalisasikan.

“Hal itu akan kami lakukan guna memperkokoh perekonomian kita di Bali pada umumnya dan Buleleng pada khususnya,” ujarnya.

Selain itu, Lihadnyana mengatakan, menyongsong tahun 2023 akan dihadapkan pada situasi tekanan ekonomi yang berat. Karena itu, Buleleng adalah salah satu kota yang dijadikan sebagai pengukuran indeks harga konsumen yaitu inflasi. Inflasi ini menjadi penting untuk dikendalikan tatkala harga kebutuhan diliarkan begitu saja sehingga inflasi akan meningkat.

“Konotasinya adalah jika inflasi meningkat maka kemiskinan juga akan meningkat, karena daya beli masyarakat akan menurun. Ini yang menjadi tugas kita secara mendesak pada tahun ini,” ucap Lihadnyana.

Sedang soal kasus rabies yang sempat memakan belasan korban meninggal, Ia memberi tekanan agar semua pihak termasuk stakeholder terkait agar penanganan rabies tidak bisa ditumpukan pada beberapa OPD saja melainkan harus berkolaborasi dengan desa dinas dan desa adat.

“Tanpa itu kasus rabies tidak akan bisa kita tangani. Itu yang sudah kita lakukan,” tandasnya.

Sementara pada acara tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada OPD dengan kinerja terbaik. Di mana pada penghargaan ini diraih oleh BPKAD Buleleng sebagai OPD terbaik disusul BKPSDM dan Disdukcapil Buleleng. Ketiga OPD itu diganjar hadiah berupa tambahan anggaran dengan total Rp 1 miliar.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng pada kegiatan hari ini juga menyerahkan bantuan sepeda motor secara simbolis kepada jajaran Polres dan Kodim Buleleng sebagai wujud sinergi dan hubungan kerjasama yang baik dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik, aman dan tenteram. (625)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.