ARW dan BI: Penguatan UMKM Melalui Inklusi Keuangan

whatsapp image 2023 10 29 at 11.45.02
Diskusi publik inklusi keuangan di Denpasar. (foto/tim)

DENPASAR | patrolipost.com – Melalui Diskusi Publik yang mengusung tema“Transaksi Digital Dalam Sistem Pembayaran dan Perannya Mendorong Inklusi Keuangan di Indonesia” Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Bali I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW) menggandeng Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali terus hadir mendorong penguatan UMKM di Bali sebagai salah satu tulang punggung penggerak perekonomian, Sabtu (28/10/2023) di Hotel Neo, Denpasar.

“Kami berharap proses digiitalisasi tidak hanya terbatas pada UMKM saja, namun juga bisa menyentuh masyarakat tingkat bawah,” ujar Agung Rai Wirajaya (ARW) begitu kerap disapa.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam kesempatan ini menyampaikan digitalisasi mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata, serta mampu juga mendorong inklusi keuangan di masyarakat. Dikatakan saat ini banyak masyarakat belum mengenal layanan perbankan, akibatnya banyak pelaku usaha belum bisa mengakses layanan perbankan.

Karena itu BI terus berupaya mendekatkan masyarakat dengan layanan perbankan baik dari sisi akses dan budaya literasi digitalnya. Masyarakat dan para pelaku UMKM juga harus beradaptasi dengan digitalisasi. Kalau tidak bisa cepat sesuaikan diri, maka akan terjadi ketimpangan dalam pertumbuhan ekonomi satu daerah dengan daerah lain.

“Saat ini ada gap dan kalau tidak cepat beradaptasi gap akan makin lebar,” kata Erwin Soeriadimadja.

Dia lantas menekankan digitalisasi hal yang penting diterapkan dan dilakukan UMKM dimana digitalisasi mampu meningkatkan kapasitas produksi, menghasilkan efisiensi biaya dan perluasan pasar. Digitalisasi UMKM ini menjadi penting mengingat begitu besarnya kontribusi UMKM terhadap jumlah unit usaha 99,9 persen (65,5 juta UMKM), kontribusi UMKM pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,14 persen, serapan tenaga kerja dari UMKM mencapai 119, 56 juta tenaga kerja (96,92 persen).

Namun masih ada beberapa tantangan dari UMKM untuk bisa naik kelas diantaranya harus mampu mencipatakan value added dari produk yang dihasilkan, harus mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, punya manajemen dan akses pasar yang baik melalui penenerapan teknologi digital atau digitalisasi.

Lebih lanjut dikatakan BI terus mendorong digitalisasi UMKM salah satunya dilakukan pada aspek layanan keuangan digital di sektor payment atau pembayaran. Dua layanan dicontohkan yakni hadirnya BI Fast dan QRIS.

Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

“Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. Jadi, ayo pakai QRIS!​​​​

“QRIS terus dikembangkan agar bisa juga digunakan di berbagai negara. Kita kembangkan QRIS antar negara, sekarang baru beberapa negara seperti Thailand. Juga ada QRIS transfer dan tarik tunai, bisa tarik tunai di ATM dengan metode QRIS. Dalam waktu dekat diterapkan juga QRIS border dengan Singapura,” terang Erwin Soeriadimadja.

Turut hadir selaku pembicara pada acara kali ini akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dr. Made Dwi Setyadhi Mustika dan juga tokoh perempuan milenial Denpasar Anak Agung Istri Paramita Dewi (APD). (wie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.