Aksi Jambret Kian Meresahkan, Pemilik Toko di Sukasada dan Seririt Jadi Korban

korban jambret
Lokasi toko Sosis milik korban perampasan di Jalan Udayana Seririt, Kamis (19/5) lalu. (ist)

SINGARAJA | patrolipost.com – Di tengah upaya polisi memburu pelaku jambret dan begal, peristiwa yang sama kembali berulang di sejumlah tempat di Buleleng. Pelaku melakukan aksinya semakin berani dan terang-terangan, bahkan saat kondisi sedang ramai.

Kasus teranyar terjadi di jalan raya Dusun Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Korbannya adalah seorang perempuan berusia 44 tahun bernama Ketut Sukreni. Satu buah kalung emas digunakan korban raib disikat pelaku jambret. Peristiwa itu terjadi Sabtu (21/5/2022) sekitar pukul 10.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Ketika itu, korban Sukreni sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan Nopol DK 5523 ZN dari arah Utara hendak pulang ke rumah. Tiba-tiba saat melintas di jalan raya Dusun Bangah, ada seorang pria menggunakan motor matic diduga Vario memepet kendaraan korban. Pelaku langsung menarik dengan tangan kiri perhiasan kalung emas yang dipakai korban. Kontan korban berteriak, tapi pelaku langsung kabur ke arah Selatan sambil membawa kalung emas yang berhasil dijambretnya.

Atas peristiwa tersebut, korban pun mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Mapolsek Sukasada untuk segera ditindaklanjuti. Usai menerima laporan, anggota Polsek Sukasada bersama jajaran Satreskrim Polres Buleleng mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP dan meminta keterangan korban.

Peristiwa kriminal serupa terjadi di wilayah hukum Polsek Seririt pada Kamis (19/5/2022). Pemilik Toko Sosis di Jalan Udayan Seririt bernama Sri Wardani (48) terpaksa kehilangan surat-surat penting, Hp dan sejumlah uang setelah tas miliknya dirampas paksa pelaku.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 siang. Saat itu seseorang pria yang berpura-pura sebagai pembeli datang ke tokonya dengan ciri-ciri berperawakan kurus setinggi 165 centiemeter. Mengenakan jaket hitam, celana jeans biru muda, sepatu kets putih membawa  sepeda motor Scoopy hitam berpura-pura membeli sosis.

“Awalnya pelaku datang dan berpura-pura menanyakan harga sosis. Tidak lama kemudian dia pergi namun tidak lama kembali lagi sambil kembali menanyakan beberapa jenis sosis. Saat saya lengah tas berwarna merah yang diletakkan di meja diambil paksa pelaku,” jelas korban, Minggu (22/5).

Usai melakukan aksinya pelaku melarikan diri ke arah Selatan  dan korban sempat berteriak serta meminta tolong kepada petugas Dishub yang sedang berjaga di Pos Jaga tak jauh dari toko milik korban.

“Plat nomor sepeda motor pelaku sempat saya ingat dan sudah diinfokan kepada polisi saat melapor. Selain uang sejuta lebih, Hp, buku tabungan, SIM, STNK, KTP, ATM BRI dan ATM BNI ikut terbawa di tas yang diambil pelaku,” imbuhnya.

Usai mengalami perampasan, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Seririt. ”Saya sudah sempat dimintai keterangan bahkan polisi sudah datang ke toko saya untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, saat ini kasus dugaan jambret yang terjadi di Desa Panji masih dalam penyelidikan. Dari hasil keterangan, korban tidak mengingat plat nopol kendaraan yang digunakan oleh pelaku termasuk warna kendaraan, mengingat saat itu korban dalam kondisi panik.

”Korban lupa kendaraan digunakan pelaku, tapi diduga kendaraan itu jenis Matic Vario. Ciri-ciri pelaku, pakai helm, pakai jaket parasut, perawakan gemuk dan memakai celana celana panjang. Sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Sumarjaya, Minggu (22/5).

Sedangkan kasus perampasan yang terjadi di Jalan Udayana Seririt, Kanit Reskrim Polsek Seririt Iptu Komang Sudarsana SH seizin Kapolres Buleleng Iptu Sudarsana mengatakan, korban telah melapor usai dirinya menjadi korban perampasan.

Bahkan dibenarkan, korban mengaku kehilangan sejumlah surat-surat penting yang tersimpan dalam tas warna merah yang dirampas pelaku. Hanya sayang, korban sempat mengingat plat no sepeda motor pelaku namun tidak lengkap yakni DK 5095 ….

“Setelah korban melapor kami melakukan proses sesuai SOP dengan mendatangi TKP dan lanjut melakukan penyelidikan,” tandas Iptu Komang Sudarsana SH. (625)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.