Akbar Tandjung Temui Keluarga (Alm) AA Oka Mahendra

Mantan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung saat melayat ke rumah duka AA Oka Mahendra di Puri Kanginan, Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli, Rabu (23/12/2020).

BANGLI | patrolipost.com – Politisi Partai Golkar dan juga Mantan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung temui keluarga AA Oka Mahendra di Puri Kanginan, Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli, Rabu (23/12). Akbar Tandjung menyampaikan bela sungkawa atas berpulangnya Agung Oka Mahendra.

Kehadiran Akbar Tandjung diterima oleh istri almarhum AA Oka Mahendra, Ida Ayu Putera Yudiani serta keluarga besar di Puri Kanginan, Banjar Pande, Bangli, Bali.

Akbar Tandjung yang didampingi istri, Krisnina Maharani serta Dewa Ngakan Rai Budiasa mengungkapkan rasa kehilangan Agung Oka Mahendra.

“Kami kehilangan dengan kepergian Beliau,” ungkapnya. Di sela-sela kegiatan di Bali, dirinya datang ke Bangli untuk bertemu keluarga dari rekannya semasa di DPR RI.

“Keinginan anak-anak mengajak saya dan ibunya (istri) ke Bali. Karena mendengar kabar duka, maka saya sampaikan ke ibu untuk mampir ke Bangli. Saya tahu Pak Oka dari Bangli. Niat kami terpenuhi hari ini, datang ke Bangli untuk menyampaikan duka cita,” akunya.

Ditanya kenangan bersama almarhum Agung Oka Mahendra, Akbar Tandjung mengatakan perkenalan saat duduk di kursi DPR RI dan sama-sama menjadi pengurus di DPP Partai Golkar. “Pak Oka adalah anggota DPR termuda,  beliau terpilih 1971. sementara itu saya terpilih di tahun 1977. Sama-sama di DPR, kami menjadi kawan dekat,” akunya.

Selain itu, dirinya bersama almarhum menjadi wakil sekjen DPP Partai Golkar pada 1983 lalu. Kedekatan pula semakin terjalin. “Tidak hanya di DPR, kami di DPP Golkar pun punya ruang kerja bersama,” sambungnya.

Agung Oka Mahendra merupakan tokoh yang memiliki idealisme yang tinggi, cita-cita tinggi dan memiliki kemampuan dan pemikiran di bidang hukum.

Lebih lanjut disampaikan, jika Agung Oka Mahendra juga dikenal dengan sikapnya yang kritis terutama soal hukum. Meski masa itu Partai Golkar berkuasa dalam pemerintahan, Agung Oka Mahendra tetap kritis, namun tetap berpedoman pada hukum.

“Negara kita adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Nah, Pak Oka ini selalu sikap menegakan hukum. Menegakan hukum sesuai amanat konstitusi,” ujarnya.

Diakui pula, Jika ada persolan menyangkut hukum pasti langsung ditanyakan kepada almarhum. “Kalau ada soal hukum kita cek ke saudara Oka. Pak Oka mendalami isu-isu terkait hukum. Saya sendiri isu politik dan kepemudaan. Kebetulan saya mantan pendiri KNPI. Tidak ragu dalam menyampaikan pemikiran dalam rapat di DPR atau eksekutif,” akunya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.