2012, Badai Matahari Mengancam Bumi Awas Kiamat..!
Rabu, 10 Maret 2010 01:32
Redaktur Online
Tidak lama lagi, siklus aktivitas matahari akan mencapai puncaknya. Lembaga Astronomi dan Penerbangan Nasional (Lapan) memperkirakan fenomena itu terjadi sekitar 2012-2015. Akan berakhirkah usia bumi (kiamat)? DENPASAR (Patroli Post) - Demikian terungkap dalam International Symposium on South East Asia and Pacific, Environment and Satellite Remote yang diselenggarakan Universitas Udayana (Unud) bekerjasama dengan Yamaguchi University (Jepang), Selasa (9/3) kemarin. Matahari tidak diam. Matahari terus melakukan aktivitas seperti ledakan matahari (flare), lontaran partikel dan radiasi, medan magnet, dan bintik matahari. “Aktivitas matahari itu kita perhatikan dan kita modelkan. Dari situ kita pelajari siklusnya dan berpendapat bahwa puncak siklus aktivitas matahari akan terjadi antara 2012-2015,” papar Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa, Pusat Pemanfaatan Sains dan Antariksa Lapan, Dra. Clara Yono Yatini, MSc. Menurut Clara, pada puncak siklus itu akan terjadi badai matahari yang sangat berpengaruh pada teknologi tinggi, seperti satelit dan komunikasi radio. “Lapisan Ionosfer, di mana gelombang radio berada sangat mudah dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas matahari. Di Ionosfer akan terjadi radiasi magnetik yang kuat akibat peningkatan aktivitas matahari, sehingga gelombang radio menjadi terganggu,” papar Clara di sela-sela simposium kemarin.
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
|
Marak, Jual Beli Ijin Ilegal Agen Wisata
Rabu, 10 Maret 2010 01:31
Redaktur Online
DENPASAR (Patroli Post) – Jual Beli ijin secara gelap (ilegal), ternyata marak pada bisnis biro agen perjalanan wisata di Bali. Tak hanya itu, praktek ilegal personal bagi agen wisata juga masih mewarnai perangkat fasilitas penunjang pariwisata Bali. Demikian terungkap dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Usaha Jasa Perjalanan Wisata (UJPW) antara DPRD Bali dengan pihak Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali, Selasa (9/3) kemarin. Menurut Ketua Pansus Ramnperda UJPW, Tjokorda Raka Kerthyasa, maraknya praktek gelap (ilegal) jual beli ijin terebut, disebabkan karena belum adanya jejaring pengaman dalam bentuk aturan. Untuk itu, kata dia, pembentukan Perda UJPW diharapkan mampu meminimalisasi praktek kotor yang merugikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali selama ini. Selain itu, dia juga berharap terbentuknya Perda ini nantinya dapat menjadi regulasi pengatur secara keseluruhan berkenaan dengan fasilitas penunjang pariwisata Bali ini.
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
Komisi I Ancam Stasiun TV Membandel
Rabu, 10 Maret 2010 01:28
Redaktur Online
DENPASAR (Patroli Post) – Komisi I DPRD Bali mengancam kepada stasiun televisi (TV) Nasional untuk tidak memberikan rekomendasi siaran bersama, apabila saat perayaan hari Nyepi tetap membandel bersiaran. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya, saat dihubungi di Denpasar, Selasa (9/3) kemarin. Dikatakan Arjaya, DPRD Bali memang tidak memiliki kewenangan untuk melarang TV Nasional untuk bersiaran. Hanya saja, Arjaya mengaku memiliki senjata jitu untuk ‘memaksa’ TV Nasional tidak bersiaran saat umat Hindu merayakan Nyepi. “Silahkan bersiaran, kita tidak akan melarang karena kita tidak punya kewenangan itu,” ujarnya. Ditambahkan, saat Nyepi nanti, pihaknya akan memonitor stasiun TV mana saja yang tetap bersiaran dan tidak mengindahkan rekomendasi DPRD Bali bersama KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Bali, FKUB dan Gubernur Bali. Arjaya berjanji akan mencatat TV tersebut. Nantinya, saat pelaksanaan siaran berjaringan diberlakukan, DPRD Bali akan merekomendasikan kepada Gubernur Bali untuk tidak memberikan ijin siaran berjaringan. “Kita tidak akan merekomendasikan kepada mereka yang tetap siaran saat Nyepi,” tegas Arjaya.
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
|
Persoalan Sampah di Denpasar Pemkot - Pemprov Dituding Tutup Mata
Rabu, 10 Maret 2010 01:29
Redaktur Online
DENPASAR (Patroli Post) – Reses anggota DPRD Bali ke daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing, usai dilaksanakan. Ada beberapa temuan menarik wakil rakyat tersebut saat turun menemui konstituennya. Salah satu temuan itu adalah persoalan sampah di kota Denpasar yang dari dulu hingga sekarang seakan tak kunjung teratasi. Hal itu dikemukakan anggota dewan Dapil Denpasar, Made Arjaya saat menyampaikan hasil reses anggota dewan kepada Ketua DPRD Bali, AA Oka Ratmadi di gedung DPRD Bali, Renon, Denpasar, Selasa (9/3) kemarin. Arjaya mengeluhkan masalah klasik yang tak kunjung selesai, yakni persoalan sampah di kota Denpasar. Saat bersamaan, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali maupun Pemkot Denpasar, seperti tutup mata terhadap persoalan tersebut. Selanjutnya dengan tegas politisi asal Sanur yang dikenal bicara vokal ini meminta agar pemprov dan pemkot menyediakan DAM Truk untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Dari pada buat beli mobil, lebih baik dibelikan DAM Truk. Itu lebih bermanfaat, ketimbang menghabiskan uang untuk kemewahan,” sentil Arjaya.
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
Program KB Ancam “Tradisi Nama” di Bali Nyoman, Komang dan Ketut Diambang Kepunahan
Rabu, 10 Maret 2010 01:24
Redaktur Online
Oleh I WAYAN SUDARMA Kekhawatiran program KB yang dicanangkan pemerintah dapat mengancam tradisi pemberian nama pada masyarakat Bali, seperti ada benarnya. Pasalnya, nama Nyoman, Komang dan Ketut terancam hilang mengingat program KB mewajibkan setiap keluarga hanya memiliki dua orang anak saja. Kepala Deputi bidang pelatihan dan pengembangan BKKBN RI, Kasmiyati yang ditemui Patroli Post usai kegiatan Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB tahun 2010 di gedung Wiswa Sabha, Renon, Denpasar, Selasa (9/3) kemarin, membenarkan akan adanya kekhawatiran masyarakat Bali tersebut. “Benar, kekhawatiran itu memang ada. Baru-baru ini saat kita menggelar talk show di salah satu stasiun televisi nasional, keluhan seperti itu banyak disampaikan masyarakat Bali,” terangnya. Menurut Kasmiyati, sebagian masyarakat Bali berpendapat bahwa program KB dapat mengancam eksistensi tradisi pemberian nama anak di Bali. “Pertanyaan dan kekhawatiran seperti itu sering kita terima, namun hal ini hendaknya disikapi secara arif,” ujarnya.
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...
|
|