Usaha Kacang Mete di Desa Klumpu Bangkit Pasca Pandemi

umkm 33333
Anggota Komisi 3 DPRD Klungkung meninjau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Pengusaha kacang mete di Desa Klumpu Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung mulai bangkit pasca pandemi Covid-19. Hasil observasi Anggota Komisi 3 terhadap masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Klumpu Kecamatan Nusa Penida Jumat (18/11). terlihat jelas bangkitnya produksi kacang mete di desa tersebut.

UMKM Kacang Mete khas Nusa Penida Wahyu Rasa milik I Made Redita, SP itu tetap berproduksi sejak Covid-19 sampai sekarang.

Kepada rombongan Komisi 3 DPRD Klungkung, Made Redita menyampaikan bahwa usaha yang dikelolanya masih tradisional. Berawal dengan modal usaha 2 juta, sekarang sudah bisa memperkerjakan warga lokal 5 orang. “Saya merintis usaha kacang mete khas Nusa Penida ini sejak tahun 2003, dengan nama usaha Wahyu Rasa, “ujar Made Redita kepada rombongan Anggota Komisi 3.

Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Nengah Ary Priadnya didampingi para Anggota menanyakan bahan baku didapat dari mana saja. Apa didapat lokal atau memasok dari luar Nusa Penida. Termasuk permodalan juga ditanyakan Anggota Komisi 3.

Redita menjelaskan, bahwa bahan baku jambu mete diambil dari petani lokal di Nusa Penida. Kita mendapat bahan baku dari petani Desa Klumpu dan Desa Bunga Mekar semua bahan baku lokal tidak ada memasok dari luar Nusa Penida, katanya seraya menambahkan untuk bahan baku kita mencukupi.

Dikonfirmasi Wakil Ketua Komisi 3 I Wayan Buda Parwata, SP mengatakan salut kepada pelaku UMKM di Nusa Penida. Mereka tetap berproduksi pasca pandemi dengan modal yang dimiliki. Bahkan hasil kacang mete khas Nusa Penida ini udah masuk ke beberapa mini market di Nusa Penida dan Sanur Denpasar-Bali.

Pengepakan bungkus juga sudah bagus dan bersih rasa kacang mete sangat gurih,” ujar Buda Parwata yang meminta pemerintah terpanggil untuk membantu kendala para UMKM di Kabupaten Klungkung.

Menurut Buda Parwata yang juga Ketua Partai Hanura Kabupaten Klungkung, kacang mete ini bisa berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan penjual hingga petani jambu mete. Apalagi bahan baku lokal mencukupi sampai 10 ton per tahun mampu panen. (855)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.