Sumber Air Belum Dekat, Warga Kalakikambe Beli Air untuk Kebutuhan Sehari-hari

mobil tangki
Mobil tangki air sedang mengalirkan air ke bak penampung di Puukapaka,  Desa Kalakikambe. (rob)

WEETEBULA | patrolipost.com – Kampung Puukapaka, Desa Kalakikambe, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya terletak di dataran rendah yang sangat rata. Kampung yang dihuni belasan rumah tersebut penduduknya hidup dari hasil pertanian seperti jambu monyet, padi, jagung dan kacang tanah.

Keluhan masyarakat Puukapaka hampir sama, mereka selalu membeli air yang didatangkan dari jauh melalui mobil tangki untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Harga air satu tangki mobil Rp. 100.000, pemakaian sekitar 2 minggu – 1 bulan.

“Jika di rumah lagi banyak orang, pemakaian air satu bak besar itu hanya 2 minggu. Sebaliknya jika sedang tidak banyak orang di rumah, air 1 bak besar itu bisa sebulan,” ungkap Elisabeth, seorang ibu rumah tangga kepada patrolipost.com di Puukapaka, Kalakikambe, Selasa (15/11/2022).

Setiap rumah di Puukapaka rata-rata mempunyai bak penampung air di samping rumah mereka untuk menampung air yang dibeli maupun menampung air hujan.

“Musim hujan bagi kami adalah berkat karena air melimpah, tidak harus dibeli. Tapi saat musim kering, kami selalu beli air untuk kebutuhan kami,” ungkap Elisabeth.

Hampir semua penduduk Desa Kalakikambe menyisihkan uangnya untuk beli air disamping membeli kebutuhan lainnya. Bagi yang dekat Danau Wee Wini cukup beruntung. Mereka mendapat pasokan air dari danau yang dialirkan dengan mesin pompa air tenaga surya.

“Kami berada agak jauh dari danau tersebut sehingga kampung kami tidak bisa harapkan air danau tersebut. Ada wacana untuk program swadaya masyarakat mengadakan panel surya dan mesin pompa air berkapasitas besar serta bak utama  penampung air, tapi sampai sekarang belum terwujud,” pungkasnya. (pp04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.