RSUD Bali Mandara Tetap Layani Pasien BPJS

dr Bagus Darmayasa

DENPASAR | patrolipost.com – Sejak ditetapkan sebagai rumah sakit penerima pasien peserta BPJS, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Bali Mandara berkomitmen melayani  pasien peserta BPJS tanpa pernah memperhitungkan untung-rugi. Komitmen itu selaras dengan filosofi kehadiran RSUD Bali Mandara yang berorientasi pada pelayanan yang berkualitas untuk semua pasien. Pelayan yang berkualitas dimaksud mengacu kepada motto RSUD Bali Mandara, yakni CAKRA (Cepat,  Aman, Komunikatif, Ramah dan Akuntabel).

“Pemerintah Provinsi Bali sengaja membangun rumah sakit yang bagus, pelayanan yang baik dan ruangan yang nyaman, agar masyarakat dapat merasakan dan menikmati pelayanan kesehatan dengan baik tanpa membedakan asal, strata dan unsur pembeda lainnya,” ungkap Direktur Utama  (Dirut) RSUD Bali Mandara, dr Bagus Darmayasa.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Bagus Darmayasa, dengan filosofi dan motto CAKRA, maka ketika BPJS tersandung masalah secara nasional maupun lokal yang berakibat pada tersendatnya pembayaran klaim ke RS dan fasilitas kesehatan lainnya, termasuk RSUD Bali Mandara, tetap tegar memberdayakan potensi dan fasilitas yang ada untuk mempertahankan pelayanan berkualitas kepada pasien peserta BPJS. Bahwa harus diakui, ketika pembayaran klaim BPJS kepada RS Bali Mandara mengalami penundaan, ada masalah internal yang harus kami hadapi, seperti pengadaan rutin untuk obat dan fasilitas pelayanan. Namun, justru kondisi demikian menjadi tantangan bagi segenap karyawan dan pimpinan untuk mencari solusi.

“Salah satu solusi yang diambil adalah mengefektifkan penggunaan obat dan fasilitas pelayanan hanya untuk yang paling urgent menurut pertimbangan yang matang. Waktu rawat inap kian selektif hanya untuk yang benar-benar perlu sehingga sirkulasi pelayanan dan pamanfaatan sumber daya di RS Bali Mandara menjadi efektif,” ujarnya.

Dijelaskannya, oleh karena ada fasilitas kesehatan lainnya mulai menolak pasien peserta BPJS, maka jumlah kunjungan di RS Bali Mandara mengalami peningkatan. Menghadapi kenyataan itu, petugas medis yang jumlahnya tetap, digerakkan untuk mengefektifkan pelayanan, petugas bidang administrasi dan non medis lainnya tetap sigap di bidangnya, dan sedapat mungkin membantu petugas medis untuk hal-hal yang bisa dibantu. Petugas penerangan dan kehumasan terus melancarkan sosialisasi baik kepada customer/pengunjung, maupun kepada internal untuk terus memelihara dan menegakkan kaidah-kaidah pelayanan prima di tengah tantangan.

Para pimpinan pun semakin meningkatkan motivasi dan pengawasan kinerja. Jam kerja bertambah tanpa memperhitungkan tambahan saleri. Fungsi koordinasi dan bimbingan semakin digiatkan untuk terus merawat budaya kerja agar tidak mengalami degradasi akibat masalah yang dialami.

“Sekarang, meski beban bayar pasien peserta BPJS mengalami kenaikan, namun menurut prediksi kami, pasien BPJS di Bali akan tetap bertambah. Mengapa? Karena bagaimanapun, dibanding dengan asuransi lainnya, BPJS tetap menjadi asuransi kesehatan termurah,” kata mantan Dirut Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli ini.

Ia berharap agar masalah yang dihadapi BPJS segera berlalu dengan adanya kebijakan terbaru, antara lain kenaikan iuran bulanan bagi peserta. “Yang pasti, RSUD Bali Mandara tetap memegang komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada semua pasien, termasuk peserta BPJS,” pungkasnya. (007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.