Resmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak, Putri Koster Dorong Olahan Ikan dan Pindang Menjadi Ciri Khas Jembrana

putri koster122
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat peresmian Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak. (ist)

NEGARA | patrolipost.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak anggota Kelompok Wanita Tani Bedetan Perancak untuk tetap menjaga sinergitas dan kerjasama dengan nelayan dan stakeholder terkait dalam mengembangkan produksi bedetan (olahan ikan lemuru yang dikeringkan) di Perancak.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya sesaat sebelum meresmikan Kawasan Produksi Produk Bedetan Perancak Jembrana Kerthi Bali Research Center, di Perancak – Jembrana, Bali, Jumat (2/6/2023).

Bacaan Lainnya

Kabupaten Jembrana banyak memiliki keunggulan produksi di bidang pertanian maupun perikanan. Salah satunya adalah produksi olahan ikan Lemuru kering atau bedetan di Desa Perancak. Masyarakat di kawasan pesisir itu, selama ini banyak mengembangkan bedetan. Sehingga, Desa Perancak juga memiliki Research Center yang menjadi kawasan produksi ikan Lemuru kering.

“Jaga produksi bedetan ini, karena produksinya hanya bisa ditemukan di wilayah Kabupaten Jembrana,” kata Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster.

Dengan berdirinya kawasan produksi itu, diharapkan jumlah produksinya stabil dan mampu memenuhi permintaan pasar. Ia juga mengingatkan, kualitas olahan Lemuru kering yang dihasilkan dapat terjaga.

“Terutama, kualitas rasa, kebersihan dan packaging produk juga menjadi upaya penting untuk dapat mempertahankan pasar,” jelasnya.

Kabupaten di ujung Barat Pulau Bali ini, kaya akan hasil perikanan dan produksi olahannya. Putri Koster berharap, varian olahannya dapat dikembangkan semakin banyak seperti ikan kering, kerupuk dan olahan lainnya.

Dalam pemberdayaan masyarakat, TP PKK Bali melibatkan akademisi. Terutama untuk mengembangkan kualitas produksi dan menjaga produk tetap higenis dan layak konsumsi.

Sementara, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, Desa Perancak mampu menghasilkan 300 kg ikan Lemuru kering per hari. Dengan diresmikannya kawasan produksi bersumber dari olahan ikan, menurut Tamba, akan menopang perekonomian masyarakat selain UMKM.

“Di Jembrana ada 122 sentra tenun, namun belum mampu menjadi pusat pariwisata,” kata Nengah Tamba.

Ketua Panitia Kegiatan yang juga anggota Kerthi Bali Research Center dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) I Putu Fery Karyada mengatakan, kawasan produksi Lemuru kering itu dilengkapi mesin pengolahan ikan dan bangunan Solar Dryer Dome.

“Dryer berbentuk dome ini berfungsi untuk mengeringkan ikan dengan suhu 70 derajat celcius dan satunya lagi berupa bangunan packaging,” kata Fery. (pp03)

Pos terkait