Renggut Korban Jiwa, Perlu Solusi Tangani Luapan Air ke Badan Jalan di Desa Tamanbali

jalan desa
Kondisi luapan air di badan jalan akibat hujan deras di Desa Tamanbali. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Hujan lebat sering menyebabkan air drainase di ruas Jalan Ir Soekarno, di Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli meluap hingga ke badan jalan. Kondisi ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan. Bahkan salah seorang siswa SMKN I Bangli, Desak Made Oktania tewas  setelah terjatuh dari sepeda motor dan terbawa derasnya aliran air drainase.

Melubernya air drainase hingga ke badan jalan dipicu karena kondisi salauran drainase yang alami pendangkalan dan banyak titik sodetan ditutup.

Bacaan Lainnya

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprato mengatakan, ruas jalan dari perbatasan Bangli- Gianyar sampai monument Adipura Kelurahan Bebalang merupakan jalan provinsi.  Menyikapi melubernya air drainase hingga ke badan jalan yang kerap terjadi di ruas jalan Desa Tamanbali, pihaknya telah lakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi.

”Petugas dari provinsi akan turun untuk mencari solusi terbaik mengatasi masalah klasik yang  kerap terjadi di saat musim penghujan,” ujar Wayan Lega Suprapto, Selasa (18/10/2022).

Kata Lega Suprapto, melubernya air drainase lebih dikarenakan debit air yang tinggi. Disamping itu banyak saluran yang digunakan mengalihkan aliran air (sudetan) ditutup.

“Dari Bebalang hingga Tamanbali ada beberapa titik sudetan, namun tidak berfungsi karena ditutup warga,” ungkapnya.

Lanjut Lega Suprapto untuk memastikan sudetan berfungsi, maka pihaknya bersama tim akan turun melakukan pengecekan.

Di sisi lain Kepala Desa Tamanbali, Nyoman Suardita mengatakan tingginya volume air hujan yang datang dari Utara (Kota Bangli)  ditambah lagi kondisi drainase yang alami pendangkalan menyebabkan air meluber hingga ke badan jalan.

”Jika tutun hujan lebat ruas jalan berubah jadi sungai dadakan dengan arus air yang cukup deras,” jelasnya.

Sejatinya untuk pendangkalan saluran drainase sudah sempat disampaikan ke pihak terkait namun hingga kini belum dilakukan normalisasi. “Selain dangkal kondisi saluran drainase kurang lebar sehingga hujan sebentar saja air muleber ke badan jalan,” sebut Perbekel asal Banjar Gaga, Desa Tamanbali ini.

Menurutnya masalah sodetan yang ditutup bukan penyebab utama, namun lebih pada kondisi saluran drainase yang perlu dinormalisasi. “Memang ada sodetan yang ditutup karena posisi sodetan ada di atas bibir saluran drainase,” sebutnya.

Pihaknya berharap instasi terkait untuk segera mencari solusi terbaik untuk menuntaskan masalah ini. ”Kami berharap segera dilakukan penanganan, apalagi meluapnya air di badan jalan telah rengut korban jiwa,” tegas Nyoman Suardita. (750)

Pos terkait