Prajuru Adat Pule Dukung Pembongkaran Bangunan Sayap Utara Pasar Kidul

pasar kidul sayap utara
Pasca kebakaran aktifitas pedagang di lantai  bawah sayap Utara Pasar Kidul, Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Paca kebakaran Pasar Kidul, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengambil langkah cepat yakni untuk jangka pendek   membongkar bangunan sayap Utara Pasar Kidul. Langkah yang diambil bupati asal Desa Sulahan tersebut mendapat dukungan dari prajuru adat Banjar Pule, Kelurahan Kawan Bangli.  Pasalnya, selama ini keberadaan bangunan sayap Utara dampaknya sangat dirasakan warga,

Kelian Adat Banjar Pule I Made Sukadana SPd mengatakan, keberadaan bangunan sayap Utara, Timur dan Selatan Pasar Kidul justru membuat kondisi pasar terbesar di Bangli itu kelihatanya kumuh dan akses jalan semakin sempit.

Bacaan Lainnya

Selain itu khususnya keberadaan bangunan sayap sebelah Utara mengganggu aktifitas warga saat lakukan kegiatan upacara keagamaan.  Sebelum berdiri bangunan sayap Utara merupakan akses jalan bagi warga saat mendak dan ngiring sesuhunan yang berstana di Pura Bayu Geni saat berlangsung piodalan di Pura Puseh Bangli.

”Sejatinya kami sudah beberapa kali mengusulkan agar bangunan sayap Utara di bongkar,” ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Lanjut I Made Sukadana, pasca kebakaran yang terjadi Jumat kemarin, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta mengambil langkah jangka pendek yakni membongkar bangunan sayap sebelah Utara.

“Kami sangat dukung kebijakan dari bapak bupati membongkar bangunan sayap sebelah Utara,” kata pria yang juga seorang pendidik ini.

Pihaknya berharap untuk jangka menengah agar bangunan pasar yang telah tiga kali mengalami kebakaran agar dipralina total dan mulai dibangun pasar yang baru.

”Melihat kondisi pasar saat ini tidak representatif, apalagi pasca kebakaran hebat beberapa tahun lalu, perbaikan dilakukan secara tambal sulam, sehingga  jika hujan di beberapa sudut bangunan pasar bocor,” sebutnya.

Di sisi lain Kepala Pasar Kidul Bangli, Dewa Agung Adi Oka mengatakan walaupun bangunan sayap sebelah Utara dibongkar, masih ada tempat bagi pedagang. Bangunan sayap sebelah Timur dan Selatan masih kosong.

”Untuk tempat masih ada di beberapa titik di lantai II banyak yang kosong,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga akan memanfaatkan kios yang selama ini belum berfungsi. Dari hasil pendataan sebanyak 52 kios di lantai II menganggur.

”Untuk pemanfaatan kios kami masih koordinasikan dengan pimpinan,” sebutnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.