Polisi Periksa 5 Saksi, Kasus Terbakar Gedung BPOM

Kebakaran yang terjadi di Gedung Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta Pusat. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Pihak kepolisian turun tangan menyelidiki kasus kebakaran yang melanda salah satu ruangan di Gedung Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta Pusat. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 5 orang saksi.

“Semalam sudah kita police line ada kita periksa saksi 5 orang,” kata Kapolsek Johar Baru, Kompol Edison, Senin (19/7).

Edison menuturkan, 5 saksi ini berasal dari kelompok pekerja yang melakukan perawatan panel listrik saat kebakaran terjadi. Namun, Edison belum merinci hasil pemeriksaan saksi ini.

“Masih kita kembangkan dulu, masih kita periksa, nanti gimana dari hasil pemeriksaan kita kasih tahu lagi,” imbuhnya.

Penyidik juga masih membuka peluang untuk memeriksa saksi lainnya. Selain itu, penyelidikan juga melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Semalam juga sudah ada dari Labfor, cuma karena situasinya gelap, itu kan gelap itu karena lampu nggak hidup semua mungkin pagi ini akan didatangi sama Labfor lagi,” pungkas Edison.

Sebelumnya, terbakarnya Gedung BPOM diketahui dari laporan warga yang diterima petugas Dinas Gulkarmat. Kebakaran di kantor BPOM terjadi Minggu (18/7) pukul 21.31 WIB.

Sebanyak 17 unit mobil pemadam dikerahkan, berikut pendukungnya seperti 8 pompa dan 9 pendukung. Sebanyak 75 personel dilibatkan dalam upaya pendinginan si jago merah. Kebakaran pun berhasil ditangani dan selesai pukul 00.42 WIB, pada Senin (19/7) dini hari.

Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 600 juta. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Kronologi kebakaran dimulai ketika Kantor BPOM sedang ada perbaikan panel di Gedung Lorong F Timur dan F Barat. (305/jpc)

Pos terkait