Penipuan Naker Kapal Pesiar: Lewat Video Call Doni Mengaku Berada di Miami

I Gede Doni Wiantana,telah 7 bulan menghilang setelah mengaku akan bekerja dikapal pesiar kepada orang tuanya,I Kadek Yusadana.

SINGARAJA | patrolipost.com – Hingga kini polisi masih terus mendalami kasus dugaan penipuan dengan iming-iming kerja di kapal pesiar yang merugikan I Kadek Yusadana (50), warga Banjar Dinas Padma Kencana, Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Buleleng hingga Rp 250 juta. Selain meminta keterangan sejumlah orang yang dianggap mengetahui persoalan itu, polisi juga melakukan pencarian ke beberapa tempat yang diduga menjadi lokasi keberadaan I Gede Doni Wiantana dan Fredy.

Polisi juga mendalami pengakuan Yusadana yang mengaku pernah melakukan kontak dengan anaknya Doni melalui sambungan video call (VC). Saat itu Doni mengatakan kepada ayahnya sedang berada di Miami, Amerika Serikat. Padahal pihak Imigrasi telah memastikan keberadaan keduanya masih di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kendati ada keterangan dari Kantor Imigrasi, kami tetap dalami pengakuan pelapor (Yusadana) yang pernah kontak melalui VC dengan anaknya (Doni Wiantana) tengah berada di Miami, AS. Saat VC katanya, ada pemandangan laut seolah-olah yang bersangkutan berada di kapal pesiar,” terang Kanit Reskrim Polsek Seririt Iptu Putu Edy Sukariyawan, seizin Kapolsek Seririt Kompol I Made Uder, Senin (24/2/2020).

Bahkan terkadang, kata Yusadana, anaknya Doni Wiantana mengaku berada di sebuah kota di Amerika karena kapalnya tengah berlabuh.

Tak hanya itu, polisi juga melakukan penyelidikan atas sejumlah laporan terkait keberadaan mereka di tempat tertentu atas informasi masyarakat. Termasuk meminta keterangan keluarga dekat yang bersangkutan, baik Doni Wiantana maupun Komang Adi Setiadi alias Fredy warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, yang diduga menipu Yusadana sebesar Rp 250 juta.

”Semua tempat yang diduga menjadi tempat tinggal keduanya telah kami datangi. Namun sejauh ini masih nihil. Hanya saja ada sebuah rumah yang tengah kami awasi karena salah satu dari mereka dilaporkan warga pernah terlihat di tempat itu,” imbuhnya.

Sementara itu Fredy yang mengaku bisa membantu Doni Wiantana kerja di kapal pesiar, ternyata belum pernah bekerja di kapal pesiar. Namun Yusadana meyakini Fredy bekerja di kapal pesiar sehingga mau menyerahkan uang secara bertahap kepada Fredy dengan harapan anaknya bekerja di kapal pesiar.

“Untuk memudahkan penyelesaian kasus ini, kami berharap dua orang tersebut Doni Wiantana dan Fredy segera memberitahukan keberadaan mereka ke pihak keluarga atau kepolisian. Tidak menutup kemungkinan kami akan terbitkan daftar pencarian orang (DPO) jika kasus ini dinaikkan statusnya menjadi penyidikan,” tandasnya.

Sebelumnya, I Gede Doni Wiantana dikabarkan sudah 7 bulan menghilang. Ia tidak memberi kabar kepada orangtuanya setelah pamit akan bekerja di kapal pesiar. Gede Doni menghilang setelah orangtuanya menyetor uang kepada Komang Adi Setiadi alias Fredy warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, sebesar Rp 250 juta yang mengaku bisa mencarikan pekerjaan di kapal pesiar.

Sebelum berangkat bekerja di kapal pesiar, Doni Wiantana mengaku kepada orangtuanya akan kuliah di SHS Singaraja. Hanya saja setelah lama tidak berkabar, Yusadana mencari keberadaan anaknya di SHS namun pihak kampus mengaku tidak mengenal anak didiknya bernama Gede Doni Wiantana. (625)

Pos terkait