Penerima Bansos Stunting 2023 di Matim Kecewa, Ongkos Ojek Lebih Mahal dari Nilai Bantuan

bantuan stunting
Salah satu warga Desa Pocolia saat menerima Bansos Stunting di Menge. (rob)

BORONG | patrolipost.com – Masyarakat mengaku kecewa saat menerima bantuan sosial (Bansos) Stunting 2023. Penerimaan Bansos Stunting tersebut dipusatkan di Menge, Desa Pocong, Lambaleda Selatan, Manggarai Timur, Sabtu (5/8/2023). Pasalnya, mereka harus menyewa ojek ke lokasi penyerahan bantuan, yang ongkosnya lebih mahal dari nilai bantuan.

Ada 5 desa yang menerima Bansos Stunting di Menge yakni Desa Pocolia, Desa Lento, Desa Pocong, Desa Compang Laho, Desa Lenang dan Golo Wune.

Bacaan Lainnya

Salah satu penerima bantuan dari Desa Pocolia mengaku kecewa karena pembagian bantuan berpusat di Menge mengharuskan dia berjalan jauh bahkan menggunakan jasa ojek.

“Pembagian bantuan ini semestinya di desa masing-masing. Saya harus menyewa motor dengan biaya Rp. 100.000 pulang pergi. Sementara yang saya peroleh 10 butir telur dengan 1 ayam karkas,” katanya.

Pantauan patrolipost.com ada beberapa desa yang berjarak cukup jauh dari Menge. Sementara mereka yang menerima bantuan harus hadir di Menge dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan harus menyewa ojek.

Masyarakat malah mengusulkan, penerimaan bantuan seperti ini semestinya dilakukan di masing-masing desa sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan.

Diketahui, penyaluran bantuan sosial pangan berupa ayam dan telur untuk keluarga rawan stunting {KRS} merupakan program Kemensos RI dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia. Data penerima bantuan tersebut sesuai data dari Badan Kependudukan dan keluarga berencana Nasional (BKKBN).

Bantuan pangan bagi masyarakat terdiri dari 10 butir telur dan daging ayam beku ini yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia ditujukan kepada 1.657 KRS di wilayah Kecamatan Lambaleda Selatan. (pp04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.