Pasca Pengkapan 4 Bandar, BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Pangastulan

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba serta tes urin di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Selasa (8/9/2020). (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba serta tes urin di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Selasa (8/9/2020). Kegiatan itu dilakukan menyusul ditangkapnya 4 bandar narkoba jenis sabu yang salah satunya berasal dari Desa Petemon Kecamatan Seririt berinisial IBS (40).

Sayang, kegiatan sosialisasi tak diikuti oleh perangkat Desa Pengastulan. Padahal sehari sebelumnya pemberitahuan sudah dilayangkan untuk hadir dalam acara yang digagas BNNK Buleleng itu. BNNK berharap, melalui perangkat desa, pemahaman bahaya narkoba dapat diteruskan kepada maayarakat.

Bacaan Lainnya

“Desa Pengastulan masuk dalam zona rawan narkoba. Apalagi sudah pernah ada kasus tertangkap. Kami memberikan perhatian terhadap desa-desa dengan zona rawan untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba,” jelas Kepala BNNK Buleleng AKBP Made Astawa.

Menurut AKBP Astawa, Buleleng secara umum sudah masuk zona darurat narkoba. Hampir di setiap desa sudah ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Karena itu sesuai tupoksi pencegahan, BNNK memiliki kewajiban untuk membendung peredaran narkoba agar tidak masif merusak mental masyarakat.

“Kami sudah tangkap 4 bandar narkoba. Dan beberapa lagi yang menjadi TO. Bagi pengguna silakan lapor ke BNNK untuk kita rehabilitasi,” ujar Astawa.

Terkait kegiatan sosialisasi, Kasi P2M BNNK Buleleng Sairul Huda SSos, Kasi Rehabilitasi Ni luh Sri Ekarini, Skep Ns dan I Putu Aryana SH, Kasi Pemberantasan, memberikan materi pencegahan narkoba kepada anak-anak Karang Taruna Puspita Samudra, Pengastulan.

Usai pemberian materi dilanjutkan dengan tes urin. Hasilnya, tak ditemukan zat terlarang itu terkandung dalam urine mereka. (625)

Pos terkait