Pasca Malam Pergantian Tahun, Tidak Terjadi Lonjakan Volume Sampah di Denpasar

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan pembersihan sampah di dalam kota.

DENPASAR | patrolipost.com – Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, volume sampah pasca malam pergantian tahun cenderung stabil seperti hari biasa dan tidak terjadi lonjakan. Sejak pandemi Covid-19, volume sampah rata-rata harian di Kota Denpasar memang mengalami penurunan, dari biasanya rata-rata 900 ton per hari, kini turun menjadi 550 – 600 ton per hari.

“Sekarang lebih sedikit bahkan sama seperti hari biasanya. Itu sangat membantu petugas kebersihan tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Plt Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa saat dikonfirmasi, Minggu (3/1/2021).

Bahkan tidak seperti tahun lalu, dimana DLHK mengerahkan tenaga sebanyak 1.500 sampai 1.800 tenaga untuk menyapu dan mengangkut sampah. Kali ini, tenaga yang bergerak hanya tenaga kebersihan harian sebanyak 1.000 orang.

“Sekarang kami tidak terlalu banyak mengerahkan tenaga kebersihan, jumlahnya hanya yang sehari-hari saja,” imbuhnya.

Tahun sebelumnya, yang membuat sampah bertambah dua kali lipat karena adanya sampah bekas kembang api, trompet, bungkus snack/makanan, dan botol minuman kemasan. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang merayakan di lapangan dan ruang publik lainnya. Namun pada tahun baru di tengah pandemi ini, sampah-sampah tersebut tidak ada yang berserakan.

Menurut IB Putra Wirabawa atau kerap disapa Gustra, sedikitnya sampah yang dibersihkan tersebut karena adanya imbauan dari pemerintah dan Satgas  yang melarang berkerumun dan menyalakan kembang api. Hal itu berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang tengah mewabah saat ini.

“Mereka taat dengan imbauan dan surat edaran. Kami juga merasa diringankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar dan hari keagamaan senantiasa selalu bersiaga. Hal ini lantaran lonjakan volume sampah cenderung meningkat saat hari besar keagamaan.

“Kami tetap bersiaga kapan pun untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar,” ujar Gustra.

Gustra menerangkan bahwa antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilaksanakan dengan mengintensifkan seluruh personel. Adapun terdapat sebanyak 13 TPS dan sebanyak  1.420 tenaga kebersihan yang bertugas bersama 40 armada truk yang dibantu moci di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan.

“Walaupun untuk malam pergantian tahun kali ini volume sampah stabil, kami tetap bersinergi dengan semua elemen hingga desa/lurah guna menangani sampah untuk menjaga kebersihan dan keindahan wilayah kota,” jelas Gustra.

Gustra juga turut mengimbau kepada masyarakat untuk turut andil meminimalisir jumlah sampah saat hari besar. Terutama dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Hal ini guna memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan.

“Kami  mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang ditentukan oleh pengelola swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan, dan kerjasama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” terangnya.

Gustra juga berpesan kepada masyarakat ke depannya untuk menjaga kebersihan Kota Denpasar. Terlebih lagi telah ada Perwali tentang tata cara pengelolaan sampah yaitu Peraturan Walikota No 11 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar yang Berbasis Lingkungan.

Sementara dalam Perwali,  masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar. (cr02)

Pos terkait