Negara Asean + 3 Sepakati Kerjasama Perangi TPPO, Terorisme dan Kejahatan Siber

rapat menteri
Pertemuan konsultasi menteri-menteri Asean Plus Three (AMMTC+3) yang ke-13 diadakan dalam rangkaian pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo. (ist)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Pertemuan konsultasi menteri-menteri Asean Plus Three (AMMTC+3) yang ke-13 diadakan dalam rangkaian pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo.

Pertemuan ini pun menghasilkan kesepakatan bersama dalam memperkuat komitmen para Menteri negara-negara Asean + 3 (China, Jepang, dan Korea Selatan) dalam menerapkan dan meningkatkan kerja sama praktis dalam pengelolaan dan keamanan perbatasan dan menanggulangi kejahatan transnasional.

Bacaan Lainnya

Pertemuan para Menteri negara Asean Plus Three ke-13 ini diketuai oleh Indonesia mengacu pada tema Keketuaan Indonesia di Asean tahun 2023 yaitu “Asean Matters: Epicentrum of Growth”.

“Dalam pertemuan ini, para menteri telah menyepakati usulan Asean SOMTC Plus Three Cooperation Work Plan (2024 – 2027) yang sebelumnya sudah disepakati pada pertemuan SOMTC ke-23 di Yogyakarta bulan Juni 2023 lalu,” ujar Kadivhubinter Polri Irjen Pol Khrisna Murti.

Khrisna menjelaskan rencana kerja bersama ini  bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Asean Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) dan negara-negara Plus Three dalam mencegah dan memberantas kejahatan transnasional di kawasan melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, penguatan penegakan hukum, dan pemberian bantuan teknis.

“Rencana kerja ini meliputi kerja sama berupa pertemuan konsultasi tahunan di AMMTC + 3 dan SOMTC + 3, pertukaran informasi dan informasi intelijen di antara badan-badan keamanan nasional, penguatan kapasitas, dan kerja sama penegakan hukum. Kejahatan transnasional yang menjadi fokus pada rencana kerja ini adalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO), terorisme, dan kejahatan siber,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, tutur Khrisna Rencana Kerja ini diharapkan dapat memberikan kontribusi menuju kawasan yang damai, aman, dan stabil, seperti yang dijelaskan dalam Cetak Biru Komunitas Politik-Keamanan Asean 2025 (Asean Political-Security Community Blueprint 2025).

Selain itu, rencana kerja ini juga harus berkelanjutan dan sinergis dengan kerangka kerja sama yang ada, antara lain Asean Convention on Counter Terrorism (ACCT), Asean Convention Against Trafficking in Persons, especially Women and Children (ACTIP), dan deklarasi Asean lainnya terkait pemberantasan kejahatan transnasional.

“SOMTC Voluntary Lead Shepherds akan berkoordinasi dengan seluruh negara anggota Asean Plus Three dalam mengimplementasikan Rencana Kerja dan bersinergi dalam menjalankan berbagai inisiatif yang diambil untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan lintas negara” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Khrisna, dalam pernyataan bersama usai pertemuan konsultasi AMMTC di Labuan Bajo, para Menteri negara Asean Plus Three menyambut baik disepakatinya SOMTC + 3 Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime (2024-2027) yang telah disepakati pada pertemuan SOMTC + 3 Consultation ke-20 di Yogyakarta pada 22 Juni 2023, untuk melengkapi Asean Plus Three (APT) Cooperation Work Plan 2023-2027.

Para delegasi juga menyambut baik disepakatinya DGICM + 3 Work Programme yang pertama, untuk meningkatkan praktik kerja sama dalam pengelolaan dan keamanan perbatasan di bawah kerangka kerja Asean Plus Three dan berharap untuk pengimplementasian penuh dan efektif.

“Para pejabat tinggi Asean Plus Three memuji kemajuan yang dicapai dalam mengimplementasikan berbagai kerja sama dalam mencegah dan memerangi kejahatan transnasional, untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan Asean Plus Three,” kata Khrisna.

Selanjutnya, para Menteri Asean Plus Three juga menyambut baik tawaran Laos yang akan menjadi penyelenggara Konsultasi AMMTC + 3 pada 2024, serta menyambut partisipasi perdana Timor Leste dalam konsultasi itu sebagai observer.

“Para Menteri Asean Plus Three berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, atas sambutan hangat yang diberikan, termasuk pengaturan yang sangat baik yang telah dilakukan untuk konsultasi ini. Konsultasi diselenggarakan dengan semangat solidaritas dan keramahan khas Asean,” tutup Khrisna. (334)

Pos terkait