Meru Tumpang Sembilan Pura Bukit Jati Segera Direnovasi

pura ulun subak jati
Kondisi bangunan suci di Pura Ulun Subak Bukit Jati Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Kondisi bangunan suci berupa meru tumpang sembilan di Pura Ulun Subak  Bukit Jati, Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli sudah sejak lama rusak. Untuk renovasi bangunan suci tersebut, pada tahun ini pemerintah alokasikan anggaran  sebesar Rp 474 juta lebih. Proses tender kegiatan masuk tahap pembukaan penawaran.

Pura Ulun Subak Bukit Jati diyakini sebagai tempat berstanananya Dewi Sri sehingga menjadi pusat dari seluruh pura subak yang ada di Bangli.

Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli, Ngurah Juli Adi Saputra mengatakan untuk kegiatan rehabilitasi meru tumpang sembilan di Pura Ulun Subak Bukit Jati, didanai lewat dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) provinsi.

Kata Ngurah Juli rehabilitasi meru tumpang sembilan di Pura Ulun Subak Bukit Jati dengan nilai HVS sebesar Rp 474.432.000 dari pagu Rp 475.000.000. Sementara untuk proses tender kegiatan pada layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (LPSE) Setda Bangl sudah masuk tahap pembukaan penawaran.

”Pembukaan penawaran mulai hari ini (Kamis-red) mulai pukul 15.00 Wita hingga tanggal 8 November 2022, namun demikian sudah masuk dua penawaran, tapi karena waktu penawaran belum dibuka maka nama-nama yang ajukan penawaran belum diketahui,” ungkapnya, Kamis (3/11/2022).

Lanjut pejabat asal Desa Undisan, Kecamatan Tembuku ini, untuk masa pengerjaan yang ditetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama 35 hari.

Di sisi lain Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Bangli, Komang Putra Ariawan mengatakan untuk kegiatan masih tahap tender di LPSE Setda Bangli. Pihaknya masih menunggu proses tender yang sedang berlangsung.

”Kegiatan rehab didanai dari dana BKK dan mudah-mudahan kegiatan bisa berjalan sesuai dengan rencana,” sebutnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.