Merapi Alami 161 Kali Gempa Guguran, Luncurkan Lahar

merapi 11111
Gunung Merapi mengalami 161 kali gempa guguran dengan meluncurkan lava pijar sebanyak 6 kali. (ist)

SEMARANG | patrolipost.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi di perbatasan DI Jogjakarta dan Jawa Tengah mengalami 161 kali gempa guguran. Itu terjadi selama periode pengamatan pada Sabtu (15/1) hingga Minggu (16/1) pukul 00.00 dinihari WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyebutkan, selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat tiga kali gempa hibrida atau fase banyak, tiga kali gempa embusan, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik.

”Berdasar pengamatan visual, tampak asap putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dan tebal dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak,” terang Hanik seperti dilansir dari Antara, Minggu (16/1).

Pada periode pengamatan itu, tercatat enam kali guguran lava pijar keluar dari gunung itu dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya. Sementara itu, berdasar hasil analisis morfologi pada periode 7 sampai 13 Januari, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

”Baik di kubah lava barat daya maupun kubah tengah Merapi,” ujar Hanik.

”Volume kubah lava di barat daya tercatat sebesar 1.670.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik,” tambah Hanik.

Menurut dia, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak di wilayah dalam sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh lima kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

”Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” tutur Hanik. (305/jpc)

Pos terkait