Masih Ada Desa Wisata Belum Memiliki Pokdarwis, Kadis Janji Mendatangi

Kadis Pariwisata Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana akan mendatangi satu per-satu desa wisata guna dilakukan pembinaan.(ron)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Dari 18 desa di Klungkung yang ditetapkan sebagai desa wisata, hanya sedikit yang benar-benar berkembang menjadi desa wisata. Kondisi ini tentu diharapkan peran aktif semua pihak, terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk terus berupaya memajukan desa mereka. Selain itu, desa wisata yang belum membentuk Pokdarwis agar segera membentuknya.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana, Kamis (24/9). Menurut mantan Camat Dawan, Klungkung ini, kini sudah ada 18 desa di Klungkung ditetapkan sebagai desa wisata. Yakni Desa Tihingan, Desa Timuhun, Desa Bakas untuk Kecamatan Banjarangkan. Sedangkan di Kecamatan KLungkung, Desa Kamasan, Desa Tegak, Desa Gelgel. Sementara di Kecamatan Dawan ada Desa Besan, Desa Pesinggahan, Desa Paksebali. Untuk Kecamatan Nusa Penida, Desa Suana, Desa Klumpu, Desa Batununggul, Desa Pejukutan, Desa Tanglad, Desa Batukandik, Desa Ped, Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu.

Namun disayangkan, dari semua desa wisata itu, tidak semua desa wisata mampu mengembangkan potensi wisata di wilayahnya. Bahkan hanya sedikit yang saat ini benar-benar berkembang sebagai desa wisata.

“Desa wisata saat ini hanya Desa Wisata Bakas yang telah melaksanakan sertifikasi protokol kesehatan,” ujar Anak Agung Gede Putra Wedana menegaskan keberadaan Desa Wisata Bakas.

Diharapkannya, semua desa wisata hendaknya mampu menggarap potensi sehingga berkembang dengan baik walau dalam suasana pendemi Covid.

Desa wisata yang telah memiliki Pokdarwis pun, tidak semuanya aktif dalam mengembangkan potensi di wilayahnya. Malahan dari keberadaan Pokdarwis ini, banyak Pokdarwis yang tidak aktif alias papan nama saja.

“Kedepan kita akan mendatangi satu per satu desa wisata. Khususnya ke desa wisata yang belum punya Pokdarwis dan yang Pokdarwisnya tidak aktif,” ujar pria pecinta tanaman hias ini.

Untuk menindak lanjuti masalah Pokdarwis ini dirinya mengakui kedepan akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, untuk bersama-sama mengupayakan anggaran di desa bisa dialokasikan khusus untuk mengembangkan potensi desa wisata di desa masing-masing. (855)

 

Pos terkait