LTMPT Putuskan UTBK Dilaksanakan 5 sampai 12 Juli 2020

Pelaksanaan UTBK/net.

DENPASAR | patrolipost.com – Setelah ditunda pelaksanaannya, kini Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tetapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dilaksanakan pada 5 sampai 12 Juli 2020.

Keputusan tersebut tertulis dalam Surat Edaran (SE) LTMPT Nomor: 11/SE.LTMPT/2020 tentang Perubahan Jadwal Pelaksanaan UTBK 2020 yang ditujukan kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Rektor PTN, Kepala SMA/MA/SMK, dan Siswa SMA/MA/SMK seluruh Indonesia yang diterbitkan pada, Senin (6/4/2020).

Adapun Materi tes yang akan diujikan adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) di mana setiap peserta hanya diizinkan maksimal mengambil 1 (satu) kali tes. Pelaksanaan tes dilaksanakan dalam 4 (empat) sesi setiap hari serta pendaftaran UTBK dan SBMPTN oleh peserta dilakukan satu kali/bersamaan.

“Oleh sebab itu, peserta harus memilih lokasi tes pusat UTBK dan memilih PTN dan program studi tujuan,” tulis Ketua Tim Pelaksana LTMPT Mohammad Nasih

Adapun jadwal kegiatan terbaru yang dirilis Tim Pelaksana LTMPT antara lain, pendaftaran UTBK sekaligus SBMPTN dimulai pada 2 sampai 20 Juni 2020, pelaksanaan UTBK dimulai pada 5 sampai 12 Juli, sementara hasil SBMPTN diumumkan pada 25 Juli 2020.

Sebelumnya, melihat situasi Nasional akibat mewabahnya COVID-19, Tim Pelaksana LTMPT keluarkan SE Nomor 09/SE.LTMPT/2020 tentang Jadwal Pelaksanaan UTBK yang menyebut pelaksanaan UTBK ditunda serta tidak berlakunya Siaran Pers Nomor: 07/sipers/ltmpt/III/2020 tentang perubahan pendaftaran dan pelaksanaan UTBK. Dijelaskan sebelumnya dalam siaran pers tersebut, setiap siswa berkesempatan untuk mengikuti UTBK sebanyak 2 kali. Namun, berdasarkan SE terbaru, UTBK hanya dilaksanakan 1 kali.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Udayana (Unud) Prof  Dr Ir I Nyoman Gde Antara, MEng, membenarkan adanya perubahan pelaksanaan UTBK-SBMPTN.

“Ya, betul (mengenai adanya perubahan). Itu keputusan yang paling mungkin atau ideal dengan catatan situasinya akan lebih baik saat itu. Bila masih seperti sekarang, tentu keputusan itu akan ditinjau atau akan disesuaikan lagi,” papar Gde Antara, ketika dikonfirmasi Senin (6/4/2020).

Ia juga menambahkan, materi yang diujikan hanyalah TPS. Tes tersebut pada prinsipnya untuk menyaring atau mengindentifikasi calon mahasiswa yang memiliki intelegensi baik yang dinilai dari hasil tesnya.

“Intelegensinya ini muncul murni tanpa tergantung dari sarana dan prasarana sekolah dimana mereka sebelumnya belajar. Sederhananya begitu,” pungkasnya. (cr01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.