Laksanakan Tresna Lan Punia di Seririt, Manggala PAKIS Bali Ajak Jaga Kelestarian Adat, Tradisi dan Budaya

tresna lan punia
Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Bali, Putri Suastini Koster dalam kegiatan Tresna lan Punia di Seririt, Buleleng. (ist)

SINGARAJA | patrolipost.com – Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Bali, Putri Suastini Koster tidak lelah dan terus mengajak pengurus PAKIS Kabupaten, Kecamatan hingga desa bersinergi membangun pemahaman menjaga kelestarian adat, tradisi dan budaya Bali.

Selain itu, keajegan Keluarga Berencana 4 anak juga terus disosialisasikan. Hal ini dipaparkan Putri Koster dalam kegiatan ‘Tresna lan Punia’ yang merupakan salah satu program dari PAKIS, di Wantilan Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng, Jumat (14/7/2023).

Bacaan Lainnya

Selain untuk meneruskan adat istiadat, tradisi dan budaya, jumlah kelahiran anak dalam satu keluarga juga untuk melanjutkan garis keturunan dan tanggung jawab dalam keluarga. Sehingga, semakin banyak anggota keluarga maka akan semakin ringan juga pekerjaan dan tanggung jawab yang ada untuk dipikul bersama.

Pendamping orang nomer satu di Bali ini juga mengingatkan umat Hindu yang sedang bersembahyang di suatu pura untuk kembali mengambil sisa bunga yang sudah dipakai, agar tidak berserakan dan mengotori areal pura.

“Kita jaga kebersihan hati mulai dengan meningkatkan kepedulian terhadap keberhasilan lingkungan dimanapun berada terutama saat di pura,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pura atau parhyangan diibaratkan kepala, yang memang harus dijaga kesuciannya. Apabila mampu memperlakukan lingkungan dengan baik, maka lingkungan juga akan memberikan sesuatu yang baik pula.

Putri Koster yang tumbuh kental di dunia seni juga mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara tari wali, tari wewalian dan tari balih-balihan. Sehingga dengan memahami klasifikasi tarian tersebut, maka tradisi luhur di Bali akan diposisikan di tempat yang tepat.

Sementara, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra menjelaskan, Paiketan Krama Istri (PAKIS) dibentuk sebagai wadah untuk pengembangan adat, tradisi dan budaya Bali. Tujuannya, untuk mempertahankan kelestarian budaya melalui penguatan budaya lokal ditengah gempuran globalisasi.

“Kita patut mengikuti dan menguasai pergerakan dari sebuah kemajuan bangsa dan dunia, namun jangan sesekali kita melupakan adat, tradisi dan budaya lokal dimana kita lahir, tumbuh dan dibesarkan,” ungkapnya.

Sedangkan, Penyarikan Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Buleleng Nyoman Westa juga mengungkapkan, PAKIS Kabupaten akan menjadi pioner perpanjangan tangan PAKIS Provinsi dalam menjaga dan melestarikan adat, tradisi dan budaya lokal yang ada di wilayah masing-masing. (pp03)

Pos terkait