Kemenkes Gelar Sosialisasi SPKK dan PKT di Klungkung

sosialisasi 2222222
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta membuka sosialisasi Implementasi dan Strategi Integrasi Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian (ISISPKK) dan Penyebab Kematian Terintegrasi (PKT) di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (6/6). (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta membuka sosialisasi Implementasi dan Strategi Integrasi Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian (ISISPKK) dan Penyebab Kematian Terintegrasi (PKT) untuk mendukung Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (6/6). Turut hadir Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr Made Adi Swapadni dan undangan terkait lainnya.

Bupati Suwirta dalam sambutanya mengatakan diawal kepemimpinannya validasi data Kependudukan sangat penting dan berkomitmen penuh terhadap data kelahiran, kematian warganya serta didukung berbagai program inovatif dibidang kependudukan yang secara konsisten dilaksanakan di Kabupaten Klungkung.

“Data Kependudukan antara Dinas Catatan Sipil, dengan BPS tidak terlalu signifikan. Didukung dengan aplikasi Klungkung Dalam Genggaman yang semakin memberikan data akurat Kependudukan dalam pengambilan keputusan,” ujar Bupati Suwirta.

Lebih lanjut, dengan terpilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tempat sosialisasi. Bupati Suwirta berharap Kabupaten Klungkung menjadi yang paling siap terkait kevalidan data untuk mengambil keputusan.

Arahan Kepala Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan yang diwakili Analis Kebijakan Madia, dr Tri Juni Angkasa Wati mengatakan, data statistik sangat penting dalam pembangunan mendatang. Pengembangan dan pemanfaatan data kependudukan serta statistik hayati merupakan elemen penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam kebijakan pembangunan.

“Melalui sosialisasi ini diharapankan pemerintah daerah mampu mengindentifikasi prioritas masalah kesehatan berdasarkan angka kematian, dan kelahiran,” harap dr Tri Juni Angkasa Wati. (855)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.