Kecamatan dan Desa Siapkan Home Stay dan Sekolah Isolasi Pekerja Migran

Lurah Seririt IGB Sarpa Wijaya (masker hitam) bersama Kelian Adat Desa Adat Seririt Ketut Sukarna Pura.

SINGARAJA | patrolipost.com – Pasca Bupati Buleleng keluarkan surat edaran isolasi khusus untuk warganya yang baru pulang bekerja di luar negeri maupun datang dari daerah transmisi lokal, sejumlah desa telah bertindak sigap dengan membangun tempat karantina khusus. Kecamatan Buleleng termasuk salah satu daerah yang telah menyiapkan lokasi isolasi khusus untuk warganya yang baru tiba dari luar negeri.

Begitu juga beberpa desa di Kecamatan Banjar. Hanya saja, Kelurahan Seririt masih belum memutuskan lokasi isolasi khusus mengingat Camat Seririt I Nyoman Riang Pustaka belum melakukan koordinasi dengan kelurahan.

Bacaan Lainnya

“Setelah terima SE Bupati, bersama dengan Kelian Adat Seririt kami melakukan koordinasi dan sudah melakukan survei lokasi karantina. Namun kami masih menunggu tindak lanjut dari Camat Seririt sebagai pelaksana kegiatan itu di Kelurahan Seririt,” jelas Lurah Seririt, I GB Sarpa Wijaya, Senin (13/4/2020).

Namun demikian, Sarpa Waijaya memastikan lokasi isolasi khusus telah disiapkan dengan dua alternatif, yakni di TK Seririt atau beberapa lokasi Gedung Sekolah Dasar (SD). “Jika diperlukan kami telah siap dengan lokasi hanya saja untuk sumber anggaran kami belum tau karena itu ada di kecamatan,” kata Sarpa Wijaya, didampingi Kelian Adat Desa Adat Seririt, Ketut Sukarna Pura.

Sementara itu, Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, Kecamatan Buleleng membuat  karantina mandiri terpusat di SD 1 Banjar Jawa Jalan Ngurah Rai Kel Banjar Jawa, Singaraja. Telah disiapkan sebanyak 4 ruang masing-masing satu ruang untuk 4 orang.

Hingga saat ini, kata Dody, pekerja migran yang sudah masuk sebanyak 5 orang terdiri dari 4 orang pria dan 1 orang perempuan.

“Sebanyak 17 kelurahan kami fasilitasi karena nanti diperkirakan satu SD itu tak cukup menampung pekerja migran yang bakal datang,” katanya.

Selain itu, untuk menerapkan mekanisme social distancing, Dody mengaku tak cukup satu tempat karena itu pihaknya menyiapkan tempat isolasi lainnya agar tidak terlalu sesak.

“Kami berhitung soal rasio kecukupan antara MCK dengan jumlah orang sehingga kami siapkan tak kurang 100 bad untuk antisipasi kedatangan pekerja migran,” imbuhnya.

Dody menyebut, estimasi pekerja migran yang akan pulang kampung sebanyak 300 orang. Itu berdasarkan data dari masing-masing kelurahan.

“Datangnya bergelombang, namun ada juga yang tidak kami ketahui kapan datangnya. Karena itu kami tidak under estimate dengan menyiapkan 100 tempat tidur dengan masa karantina 14 hari,” ujarnya.

Isolasi khusus, kata Dody, bukan untuk menstigma namun bertujuan memutus rantai persebaran Covid-19.

“Di beberapa kasus saat dilakukan rapid test di bandara hasilnya negatif namun direntang masa inkubasi 14 hari tiba-tiba positif. Nah, itulah pentingnya dilakukan isolasi khusus ini untuk memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Sedang di Kecamatan Banjar, ruang isolasi khusus menempati beberapa kamar di sebuah home stay. Camat Banjar Gede Arya Suardana mengatakan, bersama seluruh kepala desa/perbekel dan Satgas Desa tengah melakukan persiapan menyiapkan ruang isolasi.

“Kami akan menggunakan sekolah dan home stay, untuk ruang isolasi khusus,” jelas Arya Suardana.

Menurutnya, sudah semua desa di wilayah Kecamatan  Banjar menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pekerja migran yang datang pasca terbitnya SE Bupati 10 April.

“Untuk mendukung pemantauan kesehatan pekerja migran, para petugas medis dari puskesmas sudah siap melakukan tugasnya dalam upaya memotong rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya. (625)

Pos terkait