Jelang 17 Agustusan, Pernak-pernik Merah Putih di Bangli Masih Sepi Pembeli

Penjual pernak pernik Bendera Merah Putih di seputran Kota Bangli. (sam)

BANGLI | patrolipost.com – Tidak seperti tahun sebelumnya, menjelang HUT RI menjadi berkah bagi pedagang pernak pernik merah putih. Sementara perayaan HUT RI tahun ini di tengah pademi Covid-19 dan dibarengi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dampaknya sangat dirasakan pedagang dimana mereka mengaku sepi pembeli.

Salah seorang penjual atribut Merah Putih, Ade Rusnadi mengatakan momentum HUT RI sejatinya dinantikan pedagang pernak pernik Merah Putih untuk mengais rezeki .Namun sayang dengan pemberlakukan PPKM barang dagangan jarang laku terjual.

Bacaan Lainnya

“Biasanya setiap Agustus selalu dapat rezeki, tahun ini barang dagangan jarang laku,” kata pedagang asal Garut Jawa Barat, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, sepinya pembeli imbas dari pemberlakukan PPKM yang dibarengi dengan pelarangan kegiatan lomba atau pawai. Berkaca tahun sebelumnya sepekan sebelum HUT berbagai jenis pernak pernik Merah Putih laris terjual. Bahkan omset penjualan bisa mencapai Rp 500 ribu sampai  Rp 1 juta per hari.

“Tahun ini sepi pembeli, pedapatan menurun drastis, jika dibanding tahun- tahun sebelumnya. Turun sampai 85 persen,” sebutnya.

Meski sepi pembeli, Ade Rusnadi mengaku tepat menggelar dagangan sambil berharap masih bisa mendapat keuntungan dari berjualan pernak pernik Merah Putih.

Ade Rusnadi mengaku sudah melakoni profesi sebagai pedagang pernak pernik HUT Kemerdekaan RI sejak tahun 2003. Untuk penghasilan yang didapat tergantung dari hasil penjualan. ”Barang milik bos kami di Bandung, untuk pendapatan yang kami dapat tergantung dari persentase hasil penjualan,” sebutnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.