Jefrin Haryanto: Penanganan Stunting Itu Tentang Aksi di Lapangan Bukan Rapat

stunting matim
Rapat tim percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Manggarai Timur. (ist)

BORONG | patrolipost.com – Kadis P3KBP3A Kabupaten Manggarai Timur Jefrin Haryanto dalam paparan materinya saat rapat tim percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Manggarai Timur, kembali mengingatkan beberapa review hasil kunjungan lapangan selama dua bulan terakhir ini.

Jefrin mengritisi aksi percepatan stunting Manggarai Timur yang lebih banyak meeting-nya dibandingkan aksi di lapangan. Demikian disampaikan Jefrin di Ruang Rapat Bupati Manggarai Timur, Lehong, Borong, Rabu (17/5/2023).

Bacaan Lainnya

Jefrin membuat beberapa catatan penting sebagaimana fakta yang terekam di lapangan terbaik banyak isu kependudukan, termasuk salah satunya adalah isu stunting dan kematian ibu anak.

Jefrin mengingatkan bahwa soal penanganan stunting itu adanya di lapangan. Penanganan stunting meski perspektifnya lapangan bukan di meja rapat.

“Seringkali kita meetingnya lebih banyak dari aksi lapangannya. Lehong  tidak bisa menyelesaikan soal stunting kalau kita tidak menyentuh dan memperkuat lini lapangan,” terang Jefrin.

Lebih lanjut Jefrin mengingatkan bahwa kapasitas teman-teman lapangan dalam mendampingi, mengonseling, mempersuasif dan mengubah perilaku orang sangat terbatas. Mereka ini yang harus diperkuat. Jangan sampai tugasnya hanya bagi-bagi makanan tambahan tanpa ada sentuhan dan upaya mengubah mindset keluarga stunting, tegas kadis yang khas dengan baju putih berencana itu keren ini.

Jefrin mengakui bahwa ada perubahan positif terhadap target penurunan stunting kita, tetapi belum terkonsolidasi dan belum kelihatan desain strateginya di lapangan. Tumpang tindih pelayanan, analisis situasi masyarakat, pelibatan tokoh kunci, rendahnya kolaborasi, ego sektoral, komitmen, dan pendekatan yang monoton menjadi hal yang serius untuk dibenahi.

Rapat TPPS Kabupaten Manggarai Timur yang dihadiri Wakil Bupati Manggarai Timur, selaku ketua TPPS, cukup banyak menghasilkan rekomendasi tindak lanjut.

Beberapa rekomendasi yang sempat terekam media adalah penguatan lini lapangan, belajar praktik baik yang akan dilakukan mitra dari Gugah Nurani Indonesia, yang akan running programnya di Kecamatan Rana Mese, Mendorong semua OPD untuk menjadi orang tua asuh, sebagaimana sudah dilakukan oleh P2KBP3A dan Dinkes,  dan memperbanyak model-model pendekatan dengan mempelajari praktek baik yang telah dilakukan tahun sebelumnya atau oleh lembaga lain.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut wakil dari perangkat daerah yang masuk dalam TPPS, Perwakilan Polres, Perwakilan Danramil Borong, Sekretaris MUI, IBI, Yayasan Gugah Nurani Indonesia. (pp04)

Pos terkait