Janda Muda Hamil dan Melahirkan Dalam Waktu Singkat, Begini Penjelasan Dokter

Janda muda asal Jawa Barat, Siti Zainah membuat heboh warganet karena mengklaim perutnya tiba-tiba hamil dan melahirkan dalam waktu 1 jam. Dalam ilmu kedokteran, ini disebut cryptic pregnancy. (ist)

BANDUNG | patrolipost.com – Seorang janda muda Cianjur, Jawa Barat, Siti Zainah membuat heboh warganet karena mengklaim perutnya tiba-tiba hamil dan melahirkan dalam waktu 1 jam. Wanita asal Cianjur, Jawa Barat ini pun mengaku tidak merasakan tanda-tanda kehamilan.

Dalam ilmu kedokteran, hamil dalam waktu singkat disebut cryptic pregnancy atau hamil samar. Di mana sang ibu tidak menyadari kehamilannya, kemudian tiba-tiba melahirkan.

Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit YARSI, dr Aziz Fahrudin, Sp.OG mengatakan cryptic pregnancy bisa saja terjadi kepada wanita yang tidak menyadari bahwa dia sedang mengandung.

“Karena (cryptic pregnancy) ada faktor, seperti pendidikan obesitas, penggunaan pil KB, pasien PCOS wanita yang haidnya mundur lebih dari tiga bulan, dan lainnya,” kata dr Aziz.

Dokter Aziz menjelaskan, yang dimaksud faktor pendidikan adalah tidak sadar pentingnya tanda-tanda kehamilan, termasuk yang tidak memerhatikan siklus menstruasinya selama ini.

Kemudian karena ada masalah terhadap kesehatan ibu, bayi yang dilahirkan bisa saja menjadi cacat. Artinya selama kehamilan janin jarang bahkan tidak diperiksa kondisi kesehatannya.

“Bisa terjadi kemudian, tapi tidak selalu. Artinya lahirnya akan diterima apa adanya,” terangnya.

Sebelumnya, cryptic pregnancy juga pernah terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 2020 lalu. Dikutip dari tayangan Buletin iNews 21 Juli 2020, wanita bernama Heni Nuraini hamil dan melahirkan dalam waktu 1 jam.

Hanya dalam hitungan 1 jam lebih, perut sang Ibu tiba-tiba membesar dan melahirkan bayi laki-laki. Apalagi ia mengaku tidak merasakan tanda-tanda kehamilan selama 11 bulan terakhir, dan tidak pernah memeriksakan diri ke bidan atau Puskesmas terdekat.

Tanpa Hubungan Sek
Menurut Siti Zainah, dirinya hamil tanpa didahului hubungan seks dengan pria. Warga Kampung Gabungan, RT 02, RW 02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, itu kemudian melahirkan seorang bayi mungil perempuan di Puskesmas Cidaun.

Peristiwa itu pun menggemparkan jagat maya dan pemberitaan mengenai kasus yang dialami Siti Zainah menjadi viral di media sosial (medsos).

Kejadian yang dialami Siti Zainah pun menimbulkan pertanyaan, apakah hal tersebut secara medis mungkin bisa terjadi? Pertanyaan ini terlepas apakah pengakuan Siti Zainah di Cianjur itu benar hamil tanpa melakukan hubungan seks atau tidak.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan, bukan hal yang mustahil seorang perempuan hamil tanpa melakukan hubungan seks.

Menurut Hasto, secara fisiologis, terjadinya embrio bisa secara seksual melalui pertemuan sel telur dengan sperma. Hal ini, kata dia, bisa terjadi secara alami melalui hubungan seks, baik secara sadar dilakukan atau karena tidak dikehendaki, seperti kasus pemerkosaan dengan pembiusan sehingga tidak sadar melakukan hubungan seks.

“Bisa juga tidak secara alami, tetapi dengan inseminasi buatan dengan dibantu dokter, sperma suami dimasukkan ke dalam rahim saat masa subur,” ujar Hasto menanggapi kasus yang terjadi di Cianjur.

Cara lainnya, kata Hasto, yaitu dengan artifisial teknologi melalui upaya mempertemukan sperma dan sel telur di dalam laboratorium. Lalu, setelah menjadi embrio, baru dimasukkan dalam rahim (embrio transfer). “Itulah yang disebut dengan bayi tabung atau invitro fertilisasi (IVF),” urainya.

Lebih lanjut, Hasto menuturkan, dalam ilmu biologi, ada proses pembuahan yang tanpa didahului dengan hubungan seks atau pertemuan antara sel telur dan sperma. Hal ini dikenal dengan aseksual.

“Ada istilah partenogenesis yang terjadi pada lebah sehingga lebah bisa bertelur dan telurnya mendapatkan semacam sengatan listrik oleh lebah itu sendiri, bisa jadi seperti tersengat maka telur itu secara ajaib bisa menjadi calon embrio lebah baru dan jadi lebah. Hal itu merupakan kuasa Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,” paparnya.

Dikatakan Hasto, dalam perkembangan teknologi reproduksi, cara seperti itu sudah dipraktikkan dengan cara sel telur sapi diberi sengatan listrik dengan tanpa adanya sperma sapi jantan. Hasilnya, tukas Hasto, ternyata bisa menjadi seperti embrio yang dinamakan inner cell mass (ICM).

“Jadi, dengan teknologi reproduksi, bisa menjadi calon kehidupan baru dengan tanpa proses hubungan seksual. Ini bagian dari kuasa Allah. Jika Allah berkehendak jadi maka jadilah, sehingga terjadi kehamilan tanpa hubungan seks,” paparnya.

Terakhir, kata Hasto, perlu kewaspadaan terkait dengan status kejiwaan seseorang ketika ada keanehan seperti yang dialami Siti Zainah di Cianjur. Pasalnya, banyak orang mengalami gangguan jiwa ringan atau berat yakin dengan isi pikiran terkait suatu kejadian, yang kenyataannya sebenarnya salah.

”Ini bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan halusinasi dan ilusi bisa terjadi. Bukan hanya kali ini saja seorang perempuan mengaku tidak sama sekali melakukan hubungan seksual tetapi hamil, padahal sebenarnya ada konteks seksual,” pungkas Hasto. (305/snc/bsc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.