Diduga Dianiaya, Siswa SMAN 1 Bangli Alami Luka pada Mata

dianiaya
Kondisi I Gede AA (kanan) yang mengalami luka pada bagian mata. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Dugaan penganiayaan melibatkan siswa SMA terjadi di wilayah Bangli. Seorang siswa SMAN 1 Bangli, I Gede AA, diduga mengalami penganiayaan oleh temannya hingga menyebabkan luka pada bagian mata kanan.

Orangtua Gede AA, I Nengah Soma Arta saat dikonfirmasi mengatakan bahwa anaknya mengalami luka pada bagian mata, hingga melalui proses operasi. Menurut Soma Arta, anaknya dan pelaku sama-sama siswa SMAN 1 Bangli, tapi berbeda kelas. Keduanya mengikuti les di kelas yang sama.

Bacaan Lainnya

Terkait kasus yang terjadi, kata Soma Arta, anaknya mengikuti kegiatan les di salah satu tempat les di wilayah Bangli. Pada Sabtu (18/11/2023) anaknya dating ke tempat les. Ketika itu saling ngobrol dan bercanda dengan temannya. Saat itu sempat bermain lempar kertas.

“Saat itu kertas tersebut lewat di depan Komang S. Yang bersangkutan gebrak meja hingga HP anak saya jatuh. Saat itu anak saya diam saja,” jelasnya, Minggu (26/11/2023).

Kemudian selang beberapa hari, tepatnya pada Selasa (21/11/2023) anaknya kembali mengikuti les. Gede AA sedang mengobrol dengan temannya. Sedangkan Komang S lewat di dekatnya. “Anak saya tidak ada membicarakan dia, mereka membahas yang lain,” ujarnya.

Tidak berselang lama, baik Gede AA maupun  Komang S pergi ke minimarket untuk belanja. “Pada saat itu posisi anak saya anak di dalam minimarket. Sementara di luar Komang S berkata: ne ken panak Soma (yang mana anaknya Soma). Dari kata-kata terkesan menantang, padahal saya sendiri tidak tahu anak ini siapa,” ucapnya.

Mendengar perkataan tersebut, Gede AA keluar dari minimarket dan menendang bagian kaki Komang S. “Bagian kaki atau pantatnya, saya kurang tau persis, tapi itu tidak keras,” ujarnya.

Ketika itu ada saksi yang merupakan siswa dari sekolah lain yang ikut les di tempat tersebut. “Tentu, saksi tersebut tidak ada keberpihakan kepada siapa pun,” sebutnya.

Kemudian Komang S, membawa mie dan mienya jatuh. Komang S juga membawa minuman kemasan kaleng. Minuman kaleng yang masih utuh tersebut yang digunakan untuk memukul Gede AA. Akibatnya Gede AA mengalami luka di mata kanan.

“Anak saya sampai mendapat beberapa jahitan dan sampai sekarang belum bisa kemana-mana. Untuk ujian pun harus menyusul,” bebernya.

Disampaikan pula, pihaknya sudah menjelaskan kondisi anaknya ke sekolah. Namun hingga kini belum ada tindakan apa-apa. Sehari setelah kejadian, memang dirinya diundang untuk mediasi, tetapi bersamaan dengan operasi Gede AA, sehingga dirinya tidak bisa ikut mediasi.

“Saat itu anak saya mau diambil tindakan. Tentu saya tidak bisa meninggalkan anak untuk mediasi itu. Setelahnya tidak ada kelanjutan hingga saat ini,” sambungnya.

Pihaknya menyayangkan tidak ada tindak lanjut dari sekolah. Komang S bisa leluasa mengikuti kegiatan sekolah, sementara anaknya kini tidak bisa mengikuti ujian.

“Paling tidak ada tindakan agar ada efek jera. Mungkin diskors, tapi nyatanya dia leluasa mengikuti ujian,” tegasnya.

Pihaknya berharap ada respon dari sekolah, sehingga ke depan permasalah tidak melebar. Dikatakan pula, dari pihak orangtua Komang S sempat menemuinya untuk meminta maaf, tetapi setelah itu tidak ada komunikasi lagi.

Atas kasus ini, pihaknya sudah melakukan pengaduan ke Polres Bangli. Rencananya, jika anak sudah membaik maka akan dilakukan pelaporan resmi. Untuk pelaporan resmi, anaknya akan diminta keterangan. “Segera kami akan melakukan laporan resmi,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pihak SMAN 1 Bangli, hingga Minggu (26/11/2023) pukul 20.00 malam belum bisa diminta keterangan. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.