Denpasar Tempatkan Enam Petinju di Final

TABANAN | patrolipost.com – Denpasar menempatkan enam petinjunya di final Porprov Bali XIV/2019 Tabanan. Keenam petinju Denpasar ini sukses melaju ke final setelah mampu mengalahkan lawannya di semifinal, Rabu (04/09/2019), yang dihelat di Lapangan Alit Saputra. Final cabang tinju ini akan diselenggarakan Jumat (06/06/2019) di lokasi yang sama.
Enam petinju Denpasar yang ke final adalah Krispinus Mariano W (kelas layang ringan 46 kilogram), Karlus Bria (kelas layang 49 kilogram), Efraim Dongga Landupraing (kelas terbang 52 kilogram), Jekri Riwu (kelas ringan 60 kilogram), Gregorius Gheda Dende (kelas welter 64 kilogram), dan I Gusti Agung Satria Wiguna (kelas menengah 75 kilogram).
Pelatih tim tinju Denpasar, Julianus Leo Bunga, mengatakan, sejak awal telah menargetkan enam petinju itu ke final. “Meskipun ada dua petinju yang kalah yakni di kelas 56 kilogram dan 69 kilogram, saya percaya enam petinju Denpasar yang maju ke final akan tampil baik. Semoga lusa (besok, red) keenamnya bisa menyabet emas,” ujar Leo Bunga.
Ditambahkannya, lawan-lawan yang dihadapi petinju Denpasar di final tidak bisa dianggap remeh. Dan, dia juga sudah memantau penampilan calon lawan petinju Denpasar di final nanti. “Kami sudah siap. Tinggal nanti di ring, strategi apa yang harus dimainkan. Dengan begitu, petinju kami bisa bertanding dalam peforma terbaik mereka,” tandas Leo Bunga.
Kabupaten lain yang petinju ke final adalah Klungkung dengan empat petinju, serta Tabanan, Gianyar dan Jembrana yang masing-masing meloloskan dua petinju. Dua petinju Gianyar yakni Mansur Kaori (46 kg), Muhammad Muchlisin (49 kg). Dua petinju Jembrana yang mencapai final adalah I Putu Indra Permana (52 kg), dan I Kadek Agus Dwi Rana (69 kg).
Empat petinju Klungkung yang ke final yakni Pilipus Lede Malo (56 kg), Yulius Babu Eha (60 kg), Yohanes Bali Ate (64 kg), dan Hendrikus Pekuwali (69 kg). Petinju Tabanan yakni Maxuel F Lande (56 kg), I Dewa Gede Satria Jaya (75 kg). “Denpasar absen di kelas 69 kg dan 56 kg. Di kelas itu gagal melenggang ke final,” pungkas Yulianus Leo Bunga. (nom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.