Bangli Usulkan Anggaran Pembangunan Pasar Rakyat Tematik Wisata Rp 75 Miliar

kemendag
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menerima kunjungan Kementerian Perdagangan dalam rangka kordinasi dan tinjau lapangan lokasi pembangunan pasar rakyat tematik wisata. (ist)

BANGLI | patrolipost.com –  Pemerintah Kabupaten Bangli mengajukan anggaran sebesar Rp 75 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan pasar rakyat  tematik wista. Lokasi pembangunan pasar rakyat tematik yakni pasar Singamandawa, Kecamatan Kintamani.

Kabid Perdagangan, Disperindag Bangli Anak Agung  Ayu Ira Diah Sunaryani mengatakan untuk pembangunan pasar rakyat tematik wisata, Pemkab Bangli lewat Dinas Perdagangan dan Perindustrian  telah mengajukan anggaran lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 75 miliar ke Kementerian Perdagangan. Agar dapat mengakses program pusat ini, pihaknya telah mengajukan permohonan lewat aplikasi “ Krisna”.

Bacaan Lainnya

”Dokumen yang diajukan dikaji oleh pusat, namun demikian tim dari pusat telah sempat turun lakukan cek lokasi,”ungkapnya, Minggu (18/9/2022).

Langkah selanjutnya, kata Agung Diah, masih menunggu petunjuk pusat terkait hal- hal yang harus disiapkan. ”Nanti akan ada pertemuan lagi dengan tim dari Kementerian Perdagangan lewat zoom meting. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas apa saja persyaratan yang harus dipenuhi, jika proses berjalan lancar usulan yang diajukan sebesar Rp 75 miliar bisa terealiasasi tahun depan,” jelasnya.

Disinggung diplihnya Pasar Singamandawa untuk pembangunan pasar tematik wisata, menurut dia kawasan Kintamani merupakan pioner pariwisata Bangli. Didukung dengan panorama alam yakni gunung dan Danau Batur, kawasan ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung.

“Memang saat ini sedang berlangsung proses pembanguan ruko depan pasar, sementara untuk lokasi pasar tematik ada di bawah, dimana sebelumnya adalah kios dan los pedagang,” jelasnya.

Bebernya tujuan pembangunan pasar rakyat tematik wisata tiada lain untuk meningkatkan sarana masyarakat untuk tempat penampungan hasil bumi dan produk UMKM lokal dan pariwisata.

”Ini dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat akan ketersedian sarana perdagangan sebagai wadah kegiatan perekonomian,” sebutnya. (750)

Pos terkait