Air Ngadat, Pemilik Ternak di Desa Peninjoan Terpaksa Beli Air

perbaikan pipa2
Proses perbaikan jaringan PDAM di sumber mata air Paras Malem, DEsa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Proses perbaikan jaringan pipa milik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli di sumber mata air Paras Malem, Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku terus dikebut. Hingga memasuki minggu kedua pasca jaringan diterjang longsor, progres perbaikan baru di angka 60 persen. Pasca proses perbaikan warga khususnya yang memelihara ternak terpaksa membeli air.

Kasubag Perencanaan Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi  terkait perbaikan jaringan PDAM di Desa Peninjoan mengatakan hujan deras yang terjadi dua pekan lalu mengakibatkan tebing di sumber mata air Paras Malem di  Desa Peninjoan  longsor. Material longsor menutup instalasi, diantaranya bak penampungan air, mesim pompa dan jaringan pipa.

Bacaan Lainnya

”Hancurnya instalasi mengakibatkan pendistribusian air ke pelanggan menjadi terganggu,” ujarnya, Rabu (19/7//2023).

Kata Wayan Gunawan sejatinya untuk perbaikan jaringan telah dilakukan sehari setelah kejadian longsor. Pengerjaan diawali dengan melakukan pembersihan. Proses pembersihan butuh waktu karena volume material yang menutup jaringan cukup tebal, selain itu kondisi medan yang cukup berat.

“Saat ini proses sudah masuk tahap pemasangan mesin pompa berikut panel, untuk mempercepat pekerjaan dilembur hingga larut malam,” ungkap pria asal Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli ini.

Sebut Wayan Gunawan progres pekerjaan sudah di angka 60 persen, dan jika  situasi mendukung maka lusa akan dilakukan uji coba. Imbas dari hancurnya jaringan, total sebanyak 2.516 pelanggan di wilayah Desa Peninjoan tidak terlayani.

”Management memilki target sebelum hari raya Galungan air sudah kembali normal,” ungkap Wayan Gunawan.

Di sisi lain salah satu warga Dusun Penarukan, Desa Peninjoan, I Nengah Reken mengatakan sudah sejak sepekan air di rumahnya tidak mengalir. Untuk memenuhi kebutuhan air warga mencari air di beberapa sumber air. Sementara untuk warga yang memelihara ternak terpaksa membeli air di pedagang air.

“Banyak warga kami milki usaha ternak babi, untuk memenuhi kebutuhan air terpaksa membeli ke pedagang air dengan harga Rp 250 ribu per truk, 1 truk  air  hanya cukup memenuhi kebutuhan ternak selama 4 hari,” ujar pria yang juga menggeluti usaha ternak babi ini.

Kata  Nengah Reken, jika kondisi ini berlangsung lama, maka dapat dipastikan peternak akan alami kerugian, sebab biaya oprasional yang dikeluarjkan cukup tinggi.

”Kalau sebulan rata-rata tanggihan rekening PDAM  Rp 600 ribu,” kata pria yang juga anggota DPRD Bangli ini.

Pihaknya berharap proses perbaikan jaringan pipa dan pompa yang rusak bisa cepat kelar.

“Kami mengapresiasi kinerja PDAM, untuk percepat perbaikan kadang petugas kerja hingga larut malam,” sebut Nengah Reken. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.