Sinergi Polres Buleleng dan Keluarga Tionghoa, Jemaat Gereja Desa Temukus Dibantu Sembako

Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto menyerahkan sembako kepada Jemaat Gereja Santo Paulus Singaraja. (ist)

SINGARAJA | patrolipost.com – Di tengah menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19, masih ada elemen di masyarakat yang memiliki empati terhadap sesama. Seperti yang ditunjukkan oleh Keluarga Tionghoa Buleleng dibawah komando  Hady Wijaya atau yang lebih dikenal dengan Aliang membagikan ribuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama terdampak langsung akibat Covid-19 yang masih berkepanjangan.

Bersinergi dengan Polres Buleleng, Aliang membagikan sembako di sejumlah tempat Kabupaten Buleleng, Bali. Seperti baru-baru ini, bersama dengan Polres Buleleng menyasar jemaat Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja.

Bacaan Lainnya

Di tempat ini bersama Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Aliang membagikan ratusan paket sembako yang diterima oleh Romo Libert. Sementara di tempat berbeda, di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, ratusan paket sembako juga disebar kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Perbekel/Kepala Desa Temukus Drs Made Karuna menerima paket sembako tersebut untuk diberikan kepada warganya yang berhak menerima.

Romo Libert usai menerima paket sembako mengaku terharu atas sikap peduli Kapolres Buleleng bersama Aliang selaku donatur. Bantuan itu menurutnya, sangat membantu umat apalagi dalam situasi Covid-19 dimana jemaat sangat membutuhkan uluran tangan dan kepedulian komponen masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tetap dilakukan secara berkesinambungan karena banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dan kita tidak tau kapan Covid-19 akan berlalu, semoga bantuan ini menjadi berkat,” katanya.

Kapolres Buleleng AKBP Andian Pramudianto menyampaikan hal yang sama. Katanya, dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir berdampak kuat terhadap persoalan ekonomi masyarakat. Untuk itu ia berharap komponen masyarakat yang mampu untuk terus membangun solidaritas, empatai dan berbagi dalam bentuk apapun termasuk sembako untuk diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Masyarakat membutuhakn uluran tangan donatur, mari kita peduli terhadap sesama karena kegiatan ini memiliki nilai kemanusian, apalagi di masa Covid -19,” ujarnya.

Sementara itu, Aliang yang juga dikenal tokoh masyarakat Tionghoa Buleleng mengaku tergerak untuk membantu sesama merupakan panggilan nurani setelah melihat dampak pandemi Covid-19 sangat massif menghantam perekonomian. Aliang juga mengaku menggalang solidaritas bersama rekan-rekan yang lain untuk ikut membangun empati saat ekonomi sedang terpuruk.

“Ini bentuk empati kami sehingga akan dilakukan secara berkelanjutan di masa pandemi ini. Bantuan berupa sembako dan yang lainnya akan terus kami berikan kepada masyarakat tentu juga dengan menggalang dukungan  rekan-rakan kami yang lain, baik di Buleleng maupun di rantau,” tandasnya. (625)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.