Sianida Maut: Dulu Kopi di Kafe, Kini Takjil Sate! Anak Driver Ojol Meregang Nyawa

  • Whatsapp
Satreskrim Polres Bantul menangkap Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun. Menuangkan racun ke sate yang dimakan oleh anak driver ojol. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Sianida disalahgunakan lagi. Kali ini, Nani Apriliani Nurjaman (25) menuangkannya ke takjil. Anak kecil menjadi korban. Ini asal-usul maut Sianida.

Sianida itu menjadi pembawa maut bagi anak belia bernama Naba Faiz Prasetya (10). Dia adalah putra dari pengemudi (driver) ojek online (ojol) di Yogyakarta, yakni Bandiman (47).

Asal-usul maut ini adalah niat Nani Apriliani yang hendak mencelakai Tomy, pria yang dia sukai namun memilih menikah dengan perempuan lain. Nani bekerja di salon, dia diberi saran oleh pria berinisial R agar memberi racun pada makanan Tomy.

“Racunnya berupa kalium sianida atau KCN,” kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (3/5).

Satreskrim Polres Bantul telah menangkap wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah yang memakan takjil tersebut. Satreskrim Polres Bantul telah menangkap wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah yang memakan takjil tersebut.

Makanan itu berupa sate yang menjadi takjil beracun. Nani menitipkan sate itu ke Bandiman selaku driver ojol. Dikirimkanlah sate itu ke Tomy, namun Tomy yang merasa tak memesan sate akhirnya menolak menerima sate itu. Akhirnya, sate itu dikonsumsi oleh Naba Faiz Prasetia, putra Bandiman, dan berujung pada tewasnya Naba pada Minggu (25/4) kemarin.

Sianida itu berjenis kalium sianida atau KCN. Bentuknya padat. Bobotnya 250 gram. Dari mana asal-usul barang berbahaya ini? Nanti mendapatkannya via belanja online.

“Barang (kalium sianida) dipesan melalui aplikasi jual beli online dan sudah cukup lama yang membeli, sejak bulan Maret,” kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria.

Dari riwayat pembelian kalium sianida itu, ternyata harga racun itu senilai Rp 224 ribu. Harga barang tak seberapa itu telah merenggut nyawa yang tak ternilai harganya, yakni nyawa buah hati Bandiman, sopir ojol yang bermukim di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ahli farmasi dari UGM, Arief Nurrochmad, menjelaskan sianida yang digunakan Nani itu adalah potas atau apotas. Potas acapkali digunakan orang secara sembarangan untuk meracuni ikan supaya tak harus repot-repot memancing.

“Kalau di masyarakat awam itu namanya apotas. Itu digunakan biasanya untuk racun ikan atau racun tikus,” kata Ahli farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Arief Nurrochmad saat dihubungi wartawan, Senin (3/5).

Zat ini berbahaya sekali. Sianida bisa menghambat masuknya oksigen ke dalam sel. Jantung dan otak bisa berhenti mendapat suplai oksigen. Fatal akibatnya.

Asal-usul sianida juga berasal dari alam. Ada luwing beracun yang menghasilkan hidrogen sianida. Singkong dengan ciri-ciri tertentu juga memproduksi sianida. Selain singkong, sekitar 2.000 jenis tanaman lain juga menghasilkan sianida dalam kadar yang berbeda-beda. Beberapa jenis bakteri, jamur, dan ganggang juga menghasilkan senyawa yang tersusun dari atom karbon (C) dan nitrogen (N) ini. Racun sianida juga bisa ditemukan dari pembakaran plastik. Zat ini juga ditemukan di asap rokok.

Racun sianida bukan kali pertama ini saja digunakan. Sebelum Nani, Jesssica Wongso juga membunuh Wayan Mirna Salihin dengan sianida.

Dulu, sianida dituangkan Jessica di kopi vietnam di Kafe Oliver, Grand Indonesia, 6 Januari 2016 silam. Kopi itu diminum Mirna dan menewaskannya. Tim forensik menemukan natriun sianida (NaCn) sebanyak 15 gram/liter pada sisa kopi Vietnam yang diminum Mirna. Singkat cerita, Jessica divonis 20 tahun penjara.

Ada pula pembunuhan oleh pimpinan padepokan Satrio Aji bernama Anton alias Aji terhadap dua orang bernama Shendy dan Ahmad Sanusi, pada September 2016. Sama saja dengan Jessica, Aji mencampurkan sianida (potasium sianida) dengan kopi.

Kini, sianida tidak dituangkan ke kopi melainkan ke takjil sate. Nina mencampurkannya ke bumbu sate yang dibelinya, mengirimkannya untuk Tomy yang dicemburuinya, namun akhirnya malah menewaskan orang lain yakni putra dari pengantar sate.

“Sianida ditaburkan ke bumbunya itu (sate), jadi sianidanya yang (jenis) padat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Burkan Rudy Satria. (305/dtc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *