Operasi Patuh Lempuyang Didominasi Tanpa Helm

  • Whatsapp
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Badung, melakukan tilang terhadap pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi tertib berlalu lintas saat Operasi Patuh Lempuyang 2020, Sabtu (25/7/2020).

BADUNG | patrolipost.com – Satuan Lalu Lintas Polres Badung kembali menggelar operasi dengan sandi “Operasi Patuh Lempuyang 2020” pada hari  ke tiga, Sabtu (25/7/2020). Jumlah pelanggaran terus meningkat yang didominasi pengendara tanpa menggunakan helm.

Kasat Lantas Polres Badung, Iptu Achmad Fahmi Adiatma STK SIK menjelaskan, Operasi Patuh Lempuyang ini berbeda dengan operasi tahun sebelumnya yakni sedikit melakukan sistem razia di tempat untuk menghindari kerumunan.

“Kita menghindari kerumunan. Jika pun dilakukan, jarak selalu kita perhatikan terutama saat memberikan pencegahan (preventif) di tempat – tempat pelayanan publik seperti terminal, pasar dan lain-lain,” ungkapnya.

Pada hari pertama operasi, pihaknya memberikan 105 teguran dan menilang 17 pelanggaran. Sementara pada hari ke dua, pihaknya memberikan imbauan kepada 107 pengendara. Sementara tindakan berupa tilang terhadap 18 pengendara yang didominasi anak muda tanpa menggunakan helm.

“Operasi ini kita lakukan benar-benar selektif, terutama pelanggaran yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya melaksanakan operasi dengan sistem razia, tidak semua kendaraan dihentikan. Kendaraan yang dihentikan hanyalah secara kasat mata, seperti tidak memakai helm dan anak di bawah umur saja yang diperiksa. Petugas memberikan teguran terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Dengan cara mobile atau hunting system di sejumlah jalan yang menjadi target operasi. Ini lebih efektif dan aman dari virus corona. Jadi, ada perpindahan secara mobile,” kata Fahmi.

Ia tidak dapat memastikan berapa lama penjagaan di satu titik berlangsung. Ia mengatakan petugas akan berpindah lokasi operasi jika di tempat tersebut dinilai pelanggaran sudah berkurang.

“Kita tidak bisa dihitung berapa lamanya, kan itu mobile.  Kalau sudah dirasa berkurang pelanggarannya, ya kita akan pindah lagi. Jadi akan mencari tempat yang sekiranya akan banyak pelanggaran,” pungkasnya. (007)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *