Pasca Kematian Bocah SD Positif Covid-19, Keluarga Jalani Swab Test

  • Whatsapp

GIANYAR | patrolipost.com – Pemberitaan tentang meninggalnya seorang siswa SD berinisial GALP (12) di Desa Serongga, Gianyar akibat positif Covid-19 memunculkan silang pendapat di media sosial. Media mainstrem yang memberitakan justru dianggap penyebar hoax sehingga dibully.

Terlebih ada unggahan video yang diblur di media sosial dan mengaku sebagai orangtua korban dan membantah anaknya jalani test swab. Namun kemudian unggahan lain mengklarifikasi dan menyatakan memang  ada test swab dengan hasil positif lengkap dengan lampirannya.

Bacaan Lainnya

Syukurnya, terlepas dari perkembangan di medsos yang melebar dan cenderung menyudutkan media mainstrem, Tim Covid-19 Gianyar langsung bergerak cepat menyikapi kematian bocah ini, Selasa (2/6/2020). Empat orang keluarga pasien yang selama ini kontak erat, yakni bapak, ibu, adik dan tante korban sudah dilakukan test swab di RSU Sanjiwani Gianyar.

Tidak hanya itu, warga Serongga  serta kerabat korban yang ikut dalam prosesi penguburan berjumlah 38 orang juga sudah dirapid test.

“Dari hasil rapid test ini,  hasilnya  non reaktif (negatif). Selain di rumah duka, kami juga melakukan  tracing di kediaman pasien di Batubulan,” ungkap Ketua Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya.

Atas kasus ini. masyarakat Desa Serongga diharapkan tetap tenang, karena  dari penelusuran Tim Covid-19 Gianyar,  penanganan jenazah korban di RSUP Sanglah sudah diformalin dan dibungkus. Bahkan hingga prosesi penguburan juga tidak dilakukan permandian jenazah. Terlebih dari hasil rapid test yang dilakukan terhadap puluhan orang yang terlibat dalam prosesi penguburan tidak ada yang reaktif.

Namun  demikian,  untuk sementara warga tetap minta membatasi aktivitas sembari menunggu hasil swab test terhadap keluarga bocah ini.  Sebab, dari hasil test swab itu tentunya akan ada tindaklanjut lagi dari Tim Covid-19.  Jadi  warga tidak perlu resah, namun  tetap jaga jarak pakai masker dan rajin cuci tangan.

Atas kematian bocah SD ini, kolom nihil korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Gianyar, kini akhirnya terpecahkan dan bocah ini menjadi korban pertama.  Total kasus pun menjadi 36 kasus positif, sebanyak 28 orang sudah dinyatakan sembuh, 7 orang pasien masih dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Senin (1/6/2020)  warga Gianyar dikejutkan dengan meninggalkan seorang Bocah SD dengan hasil positif swab test. Ironisnya, sebelum meninggal bocah ini sempat disemayamkan di rumah duka, Banjar Serongga Kelod, Desa Serongga, Gianyar lanjut diprosesi penguburan dengan melibatkan beberapa warga. (338)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *