Gegara Virus Corona, Buah Naga Desa Bulian Terancam Gagal Ekspor

  • Whatsapp
Delegasi China yang sempat datang ke Buleleng untuk melakukan penjajakan ekspor buah naga produk petani Buleleng,Sabtu (18/1) lalu.

SINGARAJA | patrolipost.com – Isu virus Corona sudah merambah kemana-mana. Jika sebelumnya, puluhan tenaga kerja asing asal China di PLTU Celukan Bawang dilarang kembali setelah sebelumnya pulang untuk libur Imlek, buah naga hasil petani di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, juga terancam gagal ekspor.

Pasalnya, delegasi dari China sudah datang melakukan survey untuk penjajakan dan memastikan buah naga yang ditanam petani Desa Bulian seluas 14 hektar berkualitas ekspor. Sebelumnya, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng telah milih salah satu perkebunan buah naga yang diyakini memiliki kualitas ekspor, yakni pekebunan buah naga milik I Wayan Kantra. Perkebunan dengan luas lahan 14 hektar tersebut terletak di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan.

Muat Lebih

Untuk memastikan kualitas buah naga di kebun milik Kantra itu, sejumlah delegasi importir dari China datang bersama Balai Karantina Pertanian Provinsi Bali, Sabtu (18/1) lalu. Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim melakukan analisis dengan mengambil sempel buah dan sempel hama yang ada di pohon buah naga milik I Wayan Kantra.

Melihat isu virus Corona yang begitu massif, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Ir Made Sumiartha mengatakan, pihaknya belum melihat persoalan signifikan untuk kasus itu. Pasalnya, tim dari China yang datang merupakan tim dari balai karantina di negara itu untuk melakukan survey dan penjajakan.

”Tim karantina itu untuk memastikan kualitas melalui kajian dan survey. Nah setelah itu oke, baru akan ada investor yang akan memastikan kerja sama ekspor buah naga dari Buleleng,” kata Sumiartha, Selasa (4/2/2020).

Kehadiran delegasi dari China, menurut Sumiratha, belum sampai pada tahap MoU untuk memastikan buah naga Buleleng akan di eksport ke negeri China. Tapi potensi untuk dilakukan ekspor cukup terbuka mengingat buah naga yang dihasilkan petani Buleleng cukup berkualitas.

“Untuk sementara agar hasil petani tidak mubazir, hasilnya akan difokuskan memenuhi pasar lokal. Kendati saat ini ada banjir buah dari luar Buleleng, tetapi buah hasil petani itu masih bisa diserap pasar lokal,” imbuhnya.

Nantinya, kata Sumiartha, Pasar Banyuasri Singaraja yang tengah dibangun ulang, diharap bisa menampung produk pertanian lokal dan terserap pasar. ”Produk pertanian organik atau lokal bisa kita tampung dan pasarkan melalui pasar tersebut,” tandasnya. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *