Beradu Syahwat di Ruang Tamu, Suami Tikam Selingkuhan Istri Hingga Tewas

sahwat4444
Seorang duda di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tewas ditikam suami wanita selingkuhannya saat kedapatan sedang berhubungan badan di ruang tamu rumahnya. (ist)

PADANG | patrolipost.com – Kemarahan seorang suami berinisial D (52) sudah di ubun-ubun. Dia mendapati istrinya berinisial ER (48) tengah asyik beradu syahwat dengan seorang duda, yang diketahui bernama Samsir alias Asai (50).

Pasangan selingkuh tersebut, kedapatan mandi keringan tanpa sehelai baju di ruang tamu rumah D dan ER yang ada di Kampuang Bajanjang, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Melihat istrinya selingkuh, D langsung mengambil pisau dan menusuk Samsir yang sedang berada di atas ranjang bersama ER. Samsir akhirnya tewas akibat tusukan pisau yang dibawa D. Bahkan, ER yang coba melindungi Samsir dari amukan D, juga mengalami luka sabetan pisau di tangannya. Peristiwa berdarah ini terjadi, Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pembunuhan itu, juga telah ditangani penyidik Satreskrim Polres Bukittingi. Untuk melengkapi berkas penyidikan, polisi menggelar reka ulang kejadian pembunuhan di kantor polisi untuk menghindari amukan keluarga tersangka. Keluarga tersangka D, sangat geram saat melihat ER yang merupakan istri tersangka. Kegeraman keluarga D ini, akibat ulah ER yang tidak pernah jera berselingkuh dengan duda tersebut, meskipun sudah berulang kali diperingatkan hingga disumpah secara agama dan adat. Dalam reka ulang adegan pembunuhan tersebut, tersangka D melakukan 14 adegan. Reka adegan ini diawali dengan tersangka D yang mendapati korban Samsir alias Asai sedang berhubungan badan dengan ER di dalam rumah pelaku.

Dari reka ulang adegan pembunuhan tersebut, diketahui D masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap-endap dari pintu belakang rumahnya. Sesampai di dalam rumah, kecurigaan D terkait perselingkuhan itu ternyata benar. ER dan Samsir kedapatan bersetubuh di ruang tamu.

D lantas mengambil pisau yang ada di dapur, dan langsung mendekati keduanya. D yang cemburu, menghujamkan pisau ke arah tubuh korban Samsair. Sementara ER yang kaget dengan kehadiran suaminya, berupaya melindungi korban Samsir. ER sebagai saksi kunci dalam peristiwa pembunuhan ini, turut dihadirkan dalam reka ulang adegan pembunuhan tersebut. Kehadiran ER sempat memancing emosi keluarga D. Bahkan mereka meneriaki D, hingga reka ulang sempat tertunda saat polisi menenangkan keluarga pelaku.

Dimulai Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra menyebutkan, motif pelaku membunuh korban, karena sakit hati dan cemburu pada korban yang masih nekad menggauli istrinya, meski telah berulang kali diperingatkan.

“Semua rangkaian rekonstruksi, masih sesuai dengan keterangan pelaku. Untuk motif karena pelaku sakit hati dengan perilaku istrinya yang sudah sering diingatkan oleh suaminya, dan pada saat kejadian hari itu tersangka mendapati langsung istrinya sedang melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain,” terang Ardiansyah. Usai menganiaya korban, pelaku D menyerahkan diri ke polisi.

Sementara korban Samsir ditemukan tewas di samping rumah warga, tak jauh dari rumah pelaku. Polisi yang datang ke lokasi, menemukan korban mengalami luka di dada, tangan, dan kaki.

Korban diduga tewas karena banyak mengeluarkan darah. Kepada polisi, pelaku D mengaku emosi, karena mesti berulang kali diperingatkan namun korban masih menggauli istrinya, dan mengganggu rumah tangganya.

“Waktu kejadian, saya pulang mengintai istri. Rupanya benar, setelah menyalakan lampu saya melihat istri sedang bersetubuh dengan saudara ipar. Saya sudah peringatkan berkali-kali. Sebelum melukainya, saya katakan kamu masih mengulang?. Ini sudah ketiga kali diperingatkan,” ungkapnya.

Sebelumnya polisi juga memintai keterangan ER, yang mengaku tidak menyangka suaminya akan pulang malam itu, saat dia tengah asyik memadu kasih dengan korban. “Lampu ruang tamu tiba-tiba menyala, lalu suami saya emosi. Saya tidak menyangka, suami datang malam hari dari rumah istrinya yang lain di Bukittingi,” terangnya. (305/snc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.