Banjar Kawan Serangan Gelar Karya Ngenteg Linggih Dihadiri Walikota dan Wawali Kota Denpasar

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
walikota dps
Walikota Jaya Negara saat menghadiri Karya Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan Pelinggih Bhagawan Penyarikan di Banjar Kawan Kelurahan Serangan. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Lantaran Pemugaran Kawasan Bale Banjar Kawan sudah tuntas, Banjar Kawan Kelurahan Serangan menggelar Karya (upacara) Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan Pelinggih Bhagawan Penyarikan. Acara digelar bertepatan pada Buda Pon Medangkungan,  Rabu (12/1/2022) dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa.

Tampak hadir Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan AA Gde Risnawan, Kabag Kesra Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha dan OPD terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Prajuru Adat Banjar Kawan Made Ayet mengatakan, pemugaran terhadap kawasan Bale Banjar Kawan Kelurahan Serangan ini dilaksanakan meliputi Pembangunan Bale Banjar, Bale Kulkul, Bale Pawedan dan Parahyangan Banjar.

“Rangkaian yang diawali dengan, melaspas, pecaruan, hingga mendem pedagingan. Dimana kegiatan melaspas dipuput langsung Ida Pendanda Putra Telaga dari Griya Sanur Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Made Ayet berharap dengan dituntaskannya pembangunan Bale Banjar dan Karya Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih dan Mupuk Pedagingan Pelinggih Bhagawan Penyarikan ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Denpasar, khususnya bagi Banjar Kawan Kelurahan Serangan.

Sementara Walikota Jaya Negara menerangkan  dengan digelarnya karya ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat Banjar Kawan Serangan.

“Melihat berbagai macam situasi yang terjadi saat ini, sehingga diharapkan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi dharma demi terciptanya keseimbangan alam  beserta isinya,” terang Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan Yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat  beragama. Terlebih dapat memancarkan hal positif bagi masyarakat serta menetralisir hal-hal negatif. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *