Ketut Wiratmaja Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua KONI Buleleng

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
musorkab1
Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Buleleng 2021 diselenggarakan Rabu (22/12) dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Ketut Wiratmaja terpilih memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng masa bakti 2021 – 2025. Wiratmaja yang periode sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum II KONI Buleleng masa bakti 2017-2021, terpilih secara aklamasi menggantikan Nyoman Artha Widnyana.

Pemilihan Ketua KONI Buleleng berlangsung dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) diselenggarakan, Rabu (22/12) dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Agenda Musorkab KONI Buleleng yang mengambil tema “Menuju Prestasi Olahraga Buleleng yang Lebih Maju” selain memilih ketua juga menyusun agenda ke depan.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajak dan mendorong para insan olahraga untuk mengadakan digitalisasi olahraga di Kabupaten Buleleng, Bali. “Maksudnya adalah bagaimana kita bisa memasukkan kegiatan olahraga ke dalam publikasi dunia digital sembari memperkenalkan Kabupaten Buleleng kepada masyarakat luas,” ujar Bupati.

Agus Suradnyana menjelaskan era digitalisasi ini juga akan mempengaruhi dunia keolahragaan. Seperti mengadakan agenda olahraga dengan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan Kabupaten Buleleng ke masyarakat luas. Bahkan, bisa dikenal di seluruh dunia dengan memanfaatkan dunia digital ini.

“Hal tersebut saya rasa yang harus dilakukan KONI untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu industri yang menunjang kepariwisataan di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Selain itu, Agus Suradnyana menilai kinerja KONI Kabupaten Buleleng sudah sangat bagus. Mulai dari pembinaan atlet hingga tidak adanya atlet bayaran dari luar daerah. Ini merupakan fondasi yang sangat bagus untuk dilanjutkan. Saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana komponen aktivitas masyarakat dan olahraga bisa saling mendukung satu sama lain.

“Pembinaan sudah bagus sehingga kita bisa berprestasi. Tinggal bagaimana melaksanakan digitalisasi olahraga seperti yang saya katakan tadi,” ucap Agus Suradnyana.

Sedangkan Ketua Umum KONI Provinsi Bali I Ketut Suwandi menyorot soal impor atlet luar Bali. Menurutnya, selama ada payung hukum yang mengatur, hal tersebut tidak salah untuk dilakukan. Namun, akan lebih bijaksana jika penggalian potensi dari daerah sendiri dilakukan sepenuhnya. Menurutnya, dari sekian ratus ribu masyarakat Buleleng, banyak potensi yang dapat digali untuk mendapatkan atlet.

“Seperti yang apa dikatakan Pak Bupati tadi bahwa kita khususnya Buleleng tidak boleh impor atlet. Ada tantangan tersendiri dari apa yang disampaikan beliau tadi,” kata dia.

Menurut Suwandi, di Provinsi Bali pun seperti demikian. Tidak ada atlet luar yang masuk ke tim Bali. Ia sendiri mengakui tidak menentang ada mutasi atlet. Tetapi, usaha pembinaan yang lebih utama. Kerja keras dan semangat yang kuat menjadi modal tim Bali.

“Saya bangga menjadi orang Bali. Dengan anggaran yang lebih kecil dari daerah lain, Bali mampu selalu tampil di papan atas di even nasional,” tandasnya. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *