Antisipasi Lonjakan Angkutan Nataru 2022, Dishub Kota Denpasar Siapkan 5 Pos Pantau

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
angkutan nataru
Apel siaga posko terpadu pengawasan dan pengendalian angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Terminal Ubung. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Dinas Perhubungan Kota Denpasar siapkan 5 pos pantau dan akan melibatkan 150 personel. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan dalam apel siaga posko terpadu pengawasan dan pengendalian angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Terminal Ubung, Jumat (17/12/2021).

Menurut I Ketut Sriawan operasi terpadu ini untuk mengantisipasi lonjakan dan kerawanan angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sehingga sebanyak 5 pos pantau disiapkan Dishub Kota Denpasar yang berlokasi di Terminal Ubung, Umanyar, Catur Muka, Pelabuhan Laut Sanur, dan Pelabuhan Laut Serangan.

Bacaan Lainnya

“Operasi Terpadu ini berlangsung dari 18 Desember-2 Januari 2022 mendatang dan terdapat 5 pos pantau dalam mengantisipasi angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” ujarnya.

Ketut Sriawan menuturkan, pelaksanaan apel tim terpadu ini untuk mengingatkan stakeholder agar selalu waspada serta mengantisipasi lonjakan kenaikan pergerakan lalu lintas angkutan jalan, maupun lalu lintas angkutan laut di pelabuhan lokal di Kota Denpasar.

Lebih lanjut, Ketut Sriawan menambahkan bahwa dalam operasi terpadu ini, Dinas Perhubungan Kota Denpasar bersinergi dengan jajaran Kepolisian, TNI, Organda, Pihak Operator, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan , termasuk BPBD terkait cuaca.

Ketut Sriawan menjelaskan, sinergi ini merupakan atensi bersama untuk warga Kota Denpasar ataupun warga yang melintas. Baik dari dan ke Kota Denpasar atau yang hanya menikmati libur di Kota Denpasar, dapat berjalan dengan lancar. Tentunya juga dengan memastikan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) lantaran masih masa pandemi.

“Agar selalu  menerapkan Prokes dengan ketat, serta selalu menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk tempat-tempat wisata yang sudah berisikan scan barcode aplikasi tersebut. Ini bisa kita layani dengan aman, nyaman, dan selamat di jalan,” imbuhnya.

Dalam operasi terpadu ini, pihaknya menyebutkan melibatkan 150 personel dan tidak ada penyekatan dalam operasi ini. Namun pihaknya mengimbau bagi pelaku perjalanan jarak jauh agar telah melakukan vaksinasi Covid-19 dengan lengkap. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *