WujudkanTransparansi, BI-BPD Dorong Transaksi Non Tunai (QRIS) di RSUP Sanglah

Peluncuran Penggunaan Quick Response Indonesian Standart  (QRIS) dan Virtual Account (VA) di RSUP Sanglah Denpasar.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Saat ini penggunaan transaksi non tunai semakin masif, selain mendukung penerapan protokol kesehatan serta mempermudah transaksi pembayaran, juga memberikan manfaat bagi instansi/lembaga ataupun masyarakat seperti adanya transparansi, transaksi tercatat langsung, efisien, serta mengurangi biaya pengelolaan uang tunai.

“Implementasi pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account di rumah sakit menjadi sangat urgen untuk dilakukan saat ini,” sebut Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho saat meluncurkan Penggunaan Quick Response Indonesian Standart  (QRIS) dan Virtual Account (VA) di RSUP Sanglah Denpasar, Selasa (25/5/2021) bersama Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma dan Dirut RSUP Sanglah, dr I Wayan Sudana, M.Kes.

Trisno Nugroho berpendapat, rumah sakit tempat terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sangat rentan terhadap penyebaran virus, sehingga penerapan protokol tatanan kehidupan era baru menjadi suatu keharusan.  Iapun meyakini implementasi kesehatan yang dibarengi dengan transaksi ekonomi berbasis digital akan mempercepat terjadinya pemulihan kesehatan yang pada akhirnya akan berdampak pada pemulihan ekonomi menuju Bali Bangkit.

“Penerapan protokol tatanan kehidupan era baru tersebut tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi perlu diperluas pada semua ekosistem penyelenggaraan operasional rumah sakit, termasuk diantaranya adalah kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran yang meminimalisir kontak fisik atau bersifat contactless seperti QRIS yang juga merupakan sarana pembayaran berbasis digital yang cepat, mudah, murah, aman dan handal,” urainya, seraya menambahkan, diresmikannya Penggunaan QRIS dan Virtual Account di RSUP Sanglah Denpasar, semakin menambah daftar rumah sakit baik RS Pemerintah maupun swasta di wilayah Bali yang telah mengimplementasikan QRIS.

Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma dalam kesempatan ini menyampaikan, jalinan kerjasama Bank BPD Bali dengan RSUP Sanglah berlangsung sejak 1997. Kerjasama ini tentunya bertujuan untuk memberikan dukungan bagi masyarakat dalam hal transaksi perbankan di RSUP Sanglah untuk mendukung kepentingan pelayanan prima yang membutuhkan kontinuitas, aksesibilitas, memiliki, dan akuntabel.

“Pemasangan QRIS dinamis ada di 24 titik poli yang ada di RSUP Sanglah, dan akan menyiapkan 24 tablet di masing-masing kasir poli untuk mendukung kelancaran transaksi menggunakan QRIS,” tuturnya.

Sedangkan Dirut RSUP Sanglah Denpasar,  dr I Wayan Sudana, M.Kes., juga mengatakan RSUP Sanglah telah memasuki babak baru seiring dengan perkembangan dengan dilaksanakan  pembayaran oleh pasien melalui aplikasi berbasis digital yaitu QRIS  dan Virtual Account (VA).

“Kedua aplikasi ini  memudahkan pasien dalam melakukan transaksi pembayaran dan juga mengurangi risiko bagi pasien untuk membawa/menyediakan uang tunai saat akan melakukan pembayaran,” ujarnya, emanfaatan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Account ini akan digunakan oleh pasien baik Rawat Jalan maupun Rawat Inap, sambungnya.

Sejalan dengan hasil indikator kinerja Rumah Sakit BLU oleh Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, melakukan inovasi dan penerapannya dalam pelayanan indikator yang ditetapkan dalam BIOS (Sistem Online Terpadu BLU).  dan BLU Virtual diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sesuai indikator yang ditentukan  dengan menggunakan QRIS dan Virtual Account. Kedua indikator menjadi salah satu alat ukur, lantaran inovasi BLU sangat penting karena mempengaruhi total bobot penilaian kinerja Rumah Sakit BLU.

“Mudah-mudahan dengan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Virtual Account ini dalam penerimaan keuangan BLU diharapkan lebih berguna bagi pasien dalam melakukan transaksi,” harapnya.

Selaku Pimpinan RS, ia menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi dan Dirut BPD Bali yang telah memfasilitasi dan memberikan dukungan yang sangat berharga sehingga penerapan aplikasi QRIS (Quick  Kode Respon Standar Indonesia) dan Virtual Account ini dapat digunakan di RSUP Sanglah untuk pelayanan transaksi oleh pasien baik Rawat Jalan maupun Rawat Inap.

Seperti diketahui update terakhir data Bank Indonesia Provinsi Bali secara keseluruhan menunjukkan, hingga 11 Mei 2021, jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi Bali mencapai 217.936 merchant, meningkat sebesar 754% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang tercatat sebesar 25.493 merchant. Sehubungan dengan itu, untuk merespon semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat, per 1 Mei 2021 Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan menaikkan nominal transaksi QRIS dari Rp 2 Juta per transaksi menjadi Rp 5 juta per transaksi. (wie)

 

 

 

Pos terkait